Prancis Bela Keputusan Spanyol Larang Penggunaan Pangkalan Militer untuk Serang Iran
📅 Kamis, 05 Mar 2026, 20:38 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/LUDOVIC MARIN
MOSKOW - Presiden Prancis Immanuel Macron berbicara via telepon dengan Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez untuk menyatakan solidaritas dan dukungannya menyusul ancaman pemutusan perjanjian dagang AS dengan Spanyol, demikian laporan stasiun televisi BFMTV, mengutip Istana Elysee.
Pada Selasa (3/3), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya akan mengakhiri semua perdagangan dengan Spanyol karena Spanyol tidak mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran, serta karena keengganannya untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu (4/3) mengatakan bahwa Pemerintah Spanyol mulai bekerja sama dengan AS dalam "beberapa jam terakhir" setelah awalnya menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan-pangkalan militer mereka.
Namun, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albarez membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa posisi pemerintahanya tidak berubah.
Pada Sabtu (28/2), AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di dalam Iran, termasuk di Teheran, dengan sejumlah kerusakan dan korban sipil dilaporkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Televisi pemerintah Iran mengkonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian menanggapi serangan dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan ke sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah. Ant/Sputnik-OANA
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!