Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengembangkan Literasi Adat dan Budaya Melayu Berbasis Digital

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengembangkan Literasi Adat dan Budaya Melayu Berbasis Digital Doc: Antara
Ket. Ketua LAM Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat (kanan) saat menerima piagam penghargaan peringkat pertama tingkat provinsi dari Gubernur Jambi Al Haris (tengah).

Jambi - Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi mengembangkan literasi tentang adat dan budaya Melayu melalui inovasi berbasis digital agar mudah diakses dan dipelajari generasi muda setempat.

"Kita tidak cukup hanya menggelar upacara adat. Anak muda sekarang hidupnya di gawai. Makanya LAM Kota Jambi membuat situs web resmi, mengaktifkan media sosial, bahkan menyiapkan perpustakaan berbasis digital tentang budaya Melayu Jambi," kata Ketua LAM Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat di Jambi, Selasa.

Menurut dia, pendekatan sosialisasi dan literasi tentang adat dan budaya Melayu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini dapat masuk ke dunia generasi muda.

Di era serba digital, kata dia, menjaga tradisi sering kali dianggap tabu jika bersinggungan dengan teknologi. Namun, LAM Kota Jambi membuktikan sebaliknya. 

Selain itu, kehadiran inovasi digital tersebut juga mengantarkan LAM Kota Jambi meraih prestasi peringkat pertama selama tiga tahun berturut-turut di tingkat provinsi.

"Lewat inovasi digital, lembaga adat ini kembali berhasil meraih Juara I dalam ajang Apresiasi LAM se-Provinsi Jambi 2026," ujarnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris kepada Datuk Aswan Hidayat.

Aswan menjelaskan, penilaian apresiasi itu menempatkan transformasi teknologi sebagai salah satu dari empat kriteria penilaian tim provinsi. 

Tiga kriteria lainnya berkaitan dengan penggunaan dan pelaporan APBD yang sehat, manajemen akuntabel, serta eksistensi kultural lewat diklat budaya untuk generasi muda.

Hasilnya, LAM Kota Jambi dinilai juri sebagai lembaga adat yang paling siap menghadapi perkembangan zaman.

"Tradisi dijaga di Balairung, sedangkan informasinya disebar lewat gawai,"ujarnya. 

Kombinasi ini yang membuat Kota Jambi unggul dari 11 LAM kabupaten/kota lainnya sejak 2024.

"Pencapaian ini adalah tanggung jawab. Artinya, masyarakat percaya kita bisa menjaga adat sekaligus membawa literasi adat ke ruang digital," tutur Datuk Aswan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.