Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenkomdigi: Internet Murah bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 03:08 WIB | Oleh:
Wamenkomdigi: Internet Murah bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Doc: ANTARA/HO-Kementerian Komdigi
Ket. Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria.

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan biaya internet yang murah dapat memperluas pemanfaatan teknologi digital di berbagai lapisan masyarakat dan menjadi penggerak baru dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

"Kalau internet bisa murah, penetrasinya bisa bagus ke semua sektor masyarakat, maka ekonomi digital akan lebih dahsyat hasilnya," kata Nezar dalam keterangannya yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Senin (8/6).

Menurut Nezar saat ini kondisi biaya internet di Indonesia masih tergolong mahal bahkan berada di atas dari standar yang ditetapkan International Telecommunication Union (ITU) dengan internet basket harusnya 2 persen dari total PDB (pendapatan domestik bruto) per kapita.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, maka dari itu Kementerian Komunikasi dan Digital terus mendorong peningkatan kualitas jaringan sekaligus menurunkan biaya akses internet agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan lebih luas.

Selain memperluas akses internet, pemerintah juga terus mengatasi kesenjangan digital di berbagai wilayah melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk jaringan serat optik, Base Transceiver Station (BTS), serta pemanfaatan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) untuk menjangkau daerah yang sulit dilayani jaringan terestrial.

Meski pemerataan pembangunan infrastruktur digital terus diupayakan, Nezar mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan digital tidak hanya diukur dari tersedianya jaringan internet.

Justru menurutnya aspek terpenting adalah memastikan konektivitas mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

"Konektivitas yang bermakna memberikan dampak kepada kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya. Itu sebabnya saat ini Kementerian Komdigi mencoba berfokus pada pembangunan talenta," ungkapnya.

Kementerian Komdigi tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga memperkuat pengembangan talenta digital agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan menciptakan nilai ekonomi baru.

Dengan kombinasi antara internet yang semakin terjangkau, konektivitas yang merata, dan talenta digital yang kompeten diharapkan semuanya dapat menjadi aspek pertumbuhan ekonomi Indonesia di era digital menuju Indonesia Emas 2045. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah ...
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

4 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
The Brink of War: Teror Psi...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.