Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prabowo Ajak Rakyat Indonesia Jaga Persatuan

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prabowo Ajak Rakyat Indonesia Jaga Persatuan Doc: Biro Pers Sekretariat Presiden
Ket. Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, didampingi beberapa Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/3).

JAKARTA - Ketua MPR RI Ahmad Muzani meneruskan pesan Presiden Prabowo Subianto yang mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan terutama di tengah eskalasi di negara - negara Teluk di kawasan Timur Tengah setelah adanya serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

 Menurut Muzani, pesan itu disampaikan oleh Presiden Prabowo karena situasi ketegangan di beberapa kawasan itu berpotensi merusak suasana harmonis dan damai di tengahtengah masyarakat Indonesia.

 “Pesan khusus dari Presiden supaya kita semua bangsa Indonesia menjaga persatuan, menjaga kekompakan, menjaga kebersamaan, karena situasi global seperti sekarang ini memudahkan masyarakat berpikir, menurut cara pandang masing-masing, dan itu berpotensi untuk merusak keharmonisan kita, keakraban kita dan kekompakan kita dalam berbangsa dan bernegara,” kata Muzani saat ditemui oleh wartawan selepas rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (4/3).

 Ia kemudian menekankan Presiden Prabowo berulang kali mengatakan setiap kebijakan yang dibuat oleh dirinya dan dilakukan oleh pemerintah semata-mata untuk bangsa dan negara. “Presiden selalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah demi untuk bangsa dan negara, demi menjaga persatuan, demi menjaga keutuhan, demi NKRI, dan demi keutuhan Republik Indonesia. Itu juga yang disampaikan Beliau (Presiden Prabowo) tadi malam di dalam kesempatan berdiskusi dengan para pemimpin bangsa,” kata Muzani.

 Pertemuan Selasa (3/3) malam yang disebut oleh Muzani merujuk pada acara diskusi kebangsaan di Istana Merdeka yang diikuti oleh sejumlah tokoh, di antaranya Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 RI Boediono, dan Wakil Presiden Ke-13 RI KH Ma’ruf Amin.

 Dalam pertemuan yang sama, ada pula sejumlah mantan menteri luar negeri, pimpinan partai politik, dan jajaran pejabat negara, serta menterimenteri Kabinet Merah Putih. “Pertemuan tadi malam saya kira menggambarkan pertemuan yang berjalan sangat akrab, sangat kekeluargaan, sesekali guyon, sesekali ada guyon-guyon, dan suasananya bagus sekali. Presiden menjelaskan detail persoalan yang Beliau pahami, yang Beliau ketahui tentang perkembangan global,” kata Muzani.

Lonjakan Harga Minyak

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan dampak konflik Timur Tengah harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat sehingga harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan.

“Amanat Konstitusi UUD 1945 untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan ikut dalam perdamaian dunia mesti menjadi perhatian para pengambil keputusan dalam menyikapi dampak konflik AS-Israel dan Iran,” katanya, seperti keterangan diterima di Jakarta, Rabu. Dalam diskusi daring “Nuklir atau Pergantian Rezim? Perang Iran dan Pengaruhnya bagi Indonesia dan Dunia”, tidak berlebihan bila para pemangku kepentingan memberi perhatian khusus terhadap konflik itu beserta dampak yang mengikutinya.

 Menurut Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI, dampak perang AS-Israel dan Iran tidak hanya menerpa negara-negara di kawasan Timur Tengah, tetapi seluruh dunia, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, dia mendorong para pemangku kepentingan untuk melahirkan kebijakan tepat yang dapat mengantisipasi dampak konflik yang merupakan buntut dari ketegangan berkepanjangan antara AS dan Iran sejak revolusi 1979 itu.

 Diskusi yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 pada Rabu tersebut turut dihadiri Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada Denni Puspa Purbasari. Menurut Denni, dampak perang AS-Israel dan Iran sangat terkait dengan energi karena terjadi blokade Selat Hormuz yang merupakan lalu lintas minyak dunia. Dampak lainnya, biaya logistik meningkat dan kepercayaan terhadap pasar menurun.

Dia memperkirakan akan terjadi lonjakan harga minyak di awal perang sebesar 8-10 persen. Kenaikan harga minyak dimungkinkan menjadi lebih besar jika konflik semakin lama. “Dampak bagi Indonesia akan terlihat pada inflasi, neraca perdagangan eksternal, nilai tukar rupiah, dan fiskal,” ucapnya.

Berkenaan dengan dampak itu, dia menyarankan pemerintah agar fokus mengalokasikan anggaran untuk memberi perlindungan kepada kelompok masyarakat rentan yang terdampak gejolak ekonomi yang terjadi. “Kondisi ekonomi domestik akan menjadi penentu bila terjadi guncangan ekonomi dunia,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.