Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kasus Campak Meningkat, Anak Bergejala Diimbau Tak Masuk Sekolah Dulu

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Campak Meningkat, Anak Bergejala Diimbau Tak Masuk Sekolah Dulu Doc: ANTARA
Ket. Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel memberikan suntikan imunisasi Measleas Rubela (MR) kepada sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) di SDN Pamulang 1, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

TANGERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten, mengimbau anak-anak yang mengalami gejala campak untuk tidak berangkat ke sekolah guna mencegah penularan lebih luas karena adanya lonjakan kasus pada awal tahun 2026.

"Penularan campak tidak hanya terjadi melalui kontak langsung, tetapi juga lewat udara dari percikan batuk dan bersin,” kata Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni di Tangerang, Kamis.

Ia mengatakan kasus campak di Kota Tangerang sejak akhir 2025 hingga awal 2026 alami tren peningkatan dan masih bersifat fluktuatif setiap minggunya dengan jumlah kasus mencapai ratusan setiap bulan.

”Kondisi ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan sektor kesehatan,” katanya.

Faktor penyebab meningkatnya kasus campak diduga berkaitan dengan kelengkapan dan pemerataan imunisasi campak, kondisi cuaca, serta tingginya potensi penularan virus campak yang menyebar melalui droplet batuk dan pilek.

”Satu kasus yang tidak segera tertangani, berpotensi menimbulkan penularan ke lingkungan sekitarnya, baik di rumah maupun di sekolah,” katanya.

Warga yang mengalami gejala demam tinggi disertai batuk, pilek, dan munculnya ruam atau bercak kemerahan di kulit, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Selain itu masyarakat diminta melakukan isolasi mandiri apabila terdapat anggota keluarga yang terindikasi campak," ujarnya.

Dalam upaya pengendalian Pemkot Tangerang telah mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) untuk memastikan setiap kasus dapat segera terlaporkan oleh fasilitas kesehatan.

”Sistem ini mempermudah pemantauan perkembangan kasus, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.