Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Muncul Bibit Siklon Tropis 90S di Selatan Jawa Tengah, BMKG: Berpeluang Tinggi Jadi Badai Tropis

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 13:35 WIB | Oleh:
Muncul Bibit Siklon Tropis 90S di Selatan Jawa Tengah, BMKG: Berpeluang Tinggi Jadi Badai Tropis Doc: antara foto
Ket. Bibit siklon tropis 90S terpantau berada di perairan Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah.

MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bibit siklon tropis 90S yang saat ini berada di perairan Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah berpeluang tinggi berkembang menjadi badai tropis.

"Bibit siklon tropis 90S berpeluang tinggi untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan," kata Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi, Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Ari Wibianto di Mataram, NTB, Rabu (4/3).

BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta melaporkan bibit siklon tropis 90S memiliki tekanan sebesar 998 hectopascal dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot.

Ari mengatakan sistem cuaca tersebut bergerak ke arah timur dan berpotensi mendekati wilayah perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis malam hingga Jumat dini hari.

Saat ini kondisi cuaca di wilayah NTB masih terpantau relatif cerah hingga berawan meski ada dua bibit siklon tropis di Samudera Hindia.

Kondisi cuaca cerah hingga berawan tersebut dipengaruhi oleh posisi bibit siklon 90S yang masih berada di selatan Jawa Tengah, sementara bibit siklon 93S masih berada di dekat daratan sebelah barat laut Australia.

"Jika dilihat dari kelembapan lapisan atas belum terlalu basah. Jadi, NTB saat ini masih cerah hingga berawan," ujar Ari.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BMKG memprakirakan cuaca ekstrem melanda NTB pada 3-8 Maret 2026 akibat keberadaan bibit siklon tropis 90S di Samudera Hindia sebelah selatan Pulau Jawa dan bibit siklon tropis 93S di Samudera Hindia sebelah barat laut Australia.

Kedua bibit badai tropis yang muncul secara bersamaan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan suplai massa udara basah dan penguatan pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, gelombang atmosfer yang aktif seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Low Frequency, dan gelombang Kelvin turut memperkuat proses konvektif di Nusa Tenggara Barat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, serta sambaran petir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.