Masyarakat Palangka Raya Diimbau Waspadai Kebakaran saat Ramadan
📅 Rabu, 04 Mar 2026, 14:07 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
PALANGKA RAYA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama bulan Ramadan, terutama saat aktivitas memasak sahur dan berbuka puasa yang cenderung meningkat.
Kepala Seksi Pengendali Operasi dan Komunikasi Penyelamatan Dinas Damkar Palangka Raya Sucipto di Palangka Raya, Rabu (4/3), mengatakan momen Ramadhan kerap diiringi peningkatan aktivitas rumah tangga, penggunaan kompor gas, peralatan listrik, serta pemasangan lampu hias tambahan, yang berisiko memicu kebakaran jika tidak diawasi dengan baik.
“Selama Ramadan biasanya aktivitas memasak lebih intens, terutama menjelang sahur dan berbuka. Kami mengimbau warga untuk tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan,” katanya.
Ia menjelaskan kebakaran rumah tinggal umumnya dipicu kelalaian penggunaan kompor gas, korsleting listrik, serta pembakaran sampah yang tidak terkontrol.
Karena itu, lanjutnya, masyarakat diminta rutin memeriksa selang dan regulator gas, memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, serta tidak menumpuk colokan pada satu sumber listrik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataan itu diungkapkan dia saat dikonfirmasi terkait kebakaran Kafe Houla yang berlokasi di Jalan Nyai Balau, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, pada Rabu (4/3) subuh.
"Untuk kejadian itu, kami mendapat laporan dari warga sekitar pukul 04.19 WIB dan bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman," kata Sucipto.
Setibanya di lokasi kejadian, api telah membumbung tinggi membakar kafe yang khusus menjual aneka ragam minuman olahan berbahan kopi tersebut. Pihaknya bersama pemadam dari kepolisian dan relawan berjibaku memadamkan api, namun api telah membakar habis bangunan dan isi kafe itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Beruntung tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian ini ditaksir mencapai Rp1 miliar," ucapnya.
Sucipto mengungkapkan berdasarkan keterangan warga setempat, api muncul dari bagian belakang atau dapur kafe tersebut. Api kemudian membesar membakar seluruh bagian atap hingga ke bagian dalam isi kafe tersebut.
"Api sudah tidak dapat dibendung lagi, sehingga kami hanya berupaya agar api tidak merembet ke bangunan lain yang dikhawatirkan memperbesar potensi kebakaran," ujarnya.
Sucipto mengungkapkan dugaan api muncul akibat adanya korsleting listrik dari bagian dapur. Namun pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk memastikan kondisi bangunan benar-benar aman sebelum ditinggal pergi atau menutup tempat usaha, agar kejadian ini tidak terulang kembali," kata Sucipto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!