Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Cilacap Mulai Petakan Lokasi Rawan Longsor dan Genangan di Jalur Mudik

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 13:47 WIB | Oleh:
BPBD Cilacap Mulai Petakan Lokasi Rawan Longsor dan Genangan di Jalur Mudik Doc: antara foto
Ket. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Rabu (4/3).

CILACAP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) mulai memetakan sejumlah lokasi rawan longsor dan genangan di jalur mudik guna mengantisipasi dampak curah hujan tinggi selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

"Kami mengimbau kepada para pemudik, baik arus mudik maupun arus balik, khususnya yang melintasi wilayah Cilacap agar tetap hati-hati dan waspada, terutama saat curah hujan tinggi, karena ada beberapa lokasi yang kami prediksi rawan terjadi genangan maupun longsor yang dapat menutupi badan jalan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Rabu (4/3).

Ia mengatakan beberapa lokasi rawan longsor tersebut berada di jalur utama atau Jalur Selatan Jateng, antara lain di wilayah Mergosari (Kecamatan Dayeuhluhur), Wanareja, dan Karangpucung.

Oleh karena jalur tersebut merupakan jalan nasional, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi bencana.

Menurut dia, sejumlah jalur alternatif juga rawan terjadi longsor dan genangan saat curah hujan tinggi, antara lain jalur alternatif Cukangleles-Cipari-Sidareja yang merupakan ruas jalan provinsi penghubung jalur Selatan Jateng dengan Jalur Pantai Selatan (Jalur Lintas Selatan Selatan/JLSS) Jateng serta jalur alternatif Rawa Apu (perbatasan Pangandaran/Jawa Barat dengan Cilacap/Jateng) hingga Jeruklegi yang merupakan bagian dari JLSS Jateng.

Terkait dengan hal itu, dia mengharapkan warga yang bermukim di sekitar jalur rawan bencana untuk turut berperan aktif dalam mencegah banjir dengan menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami meminta masyarakat bergotong-royong membersihkan saluran air di sekitar jalan tersebut. Tujuannya agar saat hujan deras, saluran berfungsi optimal, sehingga genangan bisa ditekan atau bahkan tidak terjadi," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan pada masa Lebaran 2026, BPBD Cilacap tidak membuka posko mandiri, melainkan bergabung dalam posko terpadu bersama instansi lainnya.

Kendati demikian, seluruh kekuatan di empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Cilacap, yakni Majenang, Sidareja, Kroya, dan Cilacap telah disiagakan, termasuk personel di kantor induk atau Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Cilacap.

"Prinsipnya kami siap, relawan di seluruh Kabupaten Cilacap juga sudah siaga. Dengan adanya sebaran UPT ini, insya Allah pergerakan kami akan cepat jika sewaktu-waktu dibutuhkan bantuan penanganan di lapangan," kata Taryo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

51 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

57 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.