Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Swasembada Pangan Butuh Energi Baru, Bupati Banyuwangi Panggil Kaum Milenial

3 Senin, 02 Mar 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Swasembada Pangan Butuh Energi Baru, Bupati Banyuwangi Panggil Kaum Milenial Swasembada Pangan Butuh Energi Baru, Bupati Banyuwangi Panggil Kaum Milenial Doc: ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi
Ket. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melihat bibit padi di sela dialog bersama petani milenial di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (2/3/2026).

BANYUWANGI – Melibatkan anak muda di sektor pertanian itu bukan cuma soal regenerasi, tapi soal masa depan pangan kita. Kalau sawah dan kebun terus dikelola generasi yang itu-itu saja tanpa ada penerus, lama-lama sektor ini bisa kekurangan tenaga dan ide segar.

Padahal, pertanian hari ini sudah jauh berbeda—bisa dikawinkan dengan teknologi, digitalisasi, sampai pemasaran online.

Anak muda punya keunggulan di kreativitas dan adaptasi teknologi. Mereka lebih akrab dengan media sosial, marketplace, bahkan konsep pertanian modern seperti smart farming atau hidroponik.

Dengan sentuhan inovasi, hasil tani bukan cuma dijual mentah, tapi bisa diolah, dikemas menarik, dan punya nilai tambah lebih tinggi.

Yang tak kalah penting, ketika anak muda melihat pertanian sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, stigma bertani itu kuno perlahan hilang.

Sektor ini bisa jadi ladang usaha yang keren, menguntungkan, dan tetap berdampak sosial. Jadi, melibatkan generasi muda bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan agar pertanian tetap hidup dan relevan di masa depan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak anak muda di wilayah setempat untuk terjun di sektor pertanian dalam upaya untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

"Salah satu program prioritas pemerintah adalah swasembada pangan, oleh karena itu keterlibatan anak muda sangat penting utamanya dalam penerapan teknologi pertanian," ujar Ipuk saat berdialog bersama para petani Gapoktan Surangganti dan petani milenial di Desa Gladag, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (2/3).

Ia menyampaikan Gapoktan Surangganti memiliki usaha pelayanan jasa alsintan (Upja) Tani Makmur untuk mendukung kegiatan budidaya, mulai dari hulu hingga hilir dengan memberdayakan anak-anak muda sebagai operatornya.

usaha pelayanan jasa itu di antaranya adalah penggunaan traktor untuk pengolahan tanah, grain seeder untuk persemaian, transplanter untuk penanaman benih, drone sprayer untuk menyemprotkan berbagai jenis pupuk cair, serta combine harvester untuk panen.

"Kami ingin mendorong pemuda tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi menjadi agen perubahan yang membawa ide-ide baru, teknologi dan praktik pertanian modern ke lapangan," kata Ipuk.

Manajer Usaha Pelayanan Jasa Alsintan Tani Makmur Desa Gladag, Heru menjelaskan bahwa penerapan sistem budidaya modern memberikan banyak keuntungan bagi petani, baik dari sisi produktivitas, biaya dan waktu.

"Untuk satu hektare lahan, menanam padi secara manual butuh 12 orang per hari, tapi dengan transplanter cukup empat orang per hari, sehingga lebih hemat ongkos pekerja, termasuk dari sisi waktu lebih cepat proses tanam," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Serangan Siber Ganggu Siste...

Stok Cadangan Beras Nasional Capai 4,5 Juta Ton

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Stok Cadangan Beras Nasiona...

Uji Publik Calon Anggota KND

48 menit yang lalu | Ones

Nasional
Uji Publik Calon Anggota KND

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Pemerintah Siapkan Stimulus...
Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.