Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geger Timur Tengah, Pemerintah Harus Utamakan Keselamatan WNI

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 12:46 WIB | Oleh:
Geger Timur Tengah, Pemerintah Harus Utamakan Keselamatan WNI Doc: ist
Ket. perang iran

JAKARTA -  Warga negara Indonesia tersebar di luar negeri, termasuk Timur Tengah yang saat ini tengah bergejolak. “Pemerintah harus mengutamakan keselamatan WNI,” tandas Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat (Sumbar), Virtuous Setyaka.

Dia menyarankan agar Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau dan mengutamakan keamanan Warga Negara Indonesia (WNI) di Timur Tengah, menyusul meningkatnya konflik dan eskalasi di kawasan itu.

"Sebaiknya mulai dari sekarang mulai dipikirkan cara untuk mengamankan WNI yang ada di Timur Tengah," kata Virtuous Setyaka di Kota Padang, Minggu.

Hal tersebut disampaikan Virtuous menyusul meningkatnya eskalasi dan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat bersama sekutunya Israel yang berimbas pada beberapa negara di Timur Tengah.

Beberapa pangkalan militer milik Amerika Serikat di beberapa negara Timur Tengah yakni Bahrain, Qatar dan Uni Emirat Arab juga turut menjadi sasaran rudal-rudal yang dikirimkan Iran.

Virtuous khawatir jika langkah pengamanan terhadap WNI yang saat ini sedang berada di beberapa negara yang sedang terlibat perang tidak segera dilakukan, maka berpotensi mengancam keselamatannya.

Ia menilai konflik yang terjadi di Timur Tengah bisa memicu perang regional serta melibatkan beberapa negara di kawasan itu. Oleh sebab itu, Kementerian Luar Negeri disarankan segera mengambil langkah antisipasi terhadap para WNI di zona merah.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh mengimbau seluruh WNI di wilayah Arab Saudi agar tetap tenang, dan tidak panik dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili masing-masing.

KBRI juga meminta para WNI untuk memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya dan mematuhi arahan dan imbauan dari otoritas Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh. WNI di negara tersebut juga diimbau untuk melakukan lapor diri ke KBRI Riyadh melalui laman https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html. Dalam serangan Israel dan Amerika ke Iran, pemimpin tertinggi sekaligus panglima tertinggi militer Iran,Ali Khamenei, dikonfirmasi tewas. Dia telah bercokol selama 36 tahun sebagai pemimpin Iran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.