Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permintaan Loyo, Harga Referensi Kakao Anjlok

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 15:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Permintaan Loyo, Harga Referensi Kakao Anjlok Doc: ANTARA/ Siswowidodo
Ket. Petani memilah biji kakao di Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menyampaikan bahwa penurunan harga referensi (HR) biji kakao mencerminkan melemahnya dinamika pasar global.

Permintaan yang turun—baik dari industri pengolahan maupun pasar ekspor utama—tidak diimbangi oleh peningkatan serapan, sehingga menekan harga di tingkat internasional.

Dalam mekanisme komoditas, pelemahan permintaan biasanya langsung berdampak pada koreksi harga, terlebih ketika pelaku pasar melihat prospek konsumsi yang belum pulih.

Meski pasokan tidak melonjak signifikan, absennya dorongan permintaan membuat keseimbangan pasar condong ke sisi pembeli.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa stabilisasi harga kakao ke depan akan sangat bergantung pada pemulihan permintaan global serta penguatan daya saing hilirisasi domestik.

Dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (28/2), Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menyebut HR biji kakao periode Maret 2026 ditetapkan sebesar 4.047,45 dolar AS per metrik ton (MT), merosot 29,21 persen atau turun 1.669,99 dolar AS per MT dibanding periode sebelumnya.

Menurunnya HR biji kakao berdampak pada penurunan harga patokan ekspor (HPE) biji kakao pada Maret 2026 menjadi 3.722 dolar AS per MT, turun sebesar 30,44 persen atau 1.628 dolar AS dari periode sebelumnya.

"Turunnya HR dan HPE biji kakao dipengaruhi turunnya permintaan yang tidak diimbangi peningkatan pasokan seiring membaiknya produksi di negara produsen utama seperti Pantai Gading," ujar Tommy.

Sementara itu, penetapan bea keluar (BK) biji kakao periode 1-31 Maret 2026 merujuk pada Kolom 4 Lampiran Huruf B Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK No. 68 Tahun 2025, yakni sebesar 7,5 persen.

Di sisi lain, pungutan ekspor (PE) Biji Kakao untuk periode tersebut merujuk pada Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025, yakni sebesar 7,5 persen.

Untuk produk kulit, HPE pada periode Maret 2026 tidak berubah dari bulan sebelumnya. Selain itu, komoditas getah pinus periode Maret 2026 ditetapkan sebesar 903 dolar AS per MT. Nilai ini meningkat sebesar 42 dolar AS atau 4,88 persen dari periode Februari 2026.

Kemudian, HPE produk kulit; HPE pada kayu keping atau pecahan (wood in chips or particle), keping kayu (chipwood), dan kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm² dari sortimen lainnya dari hutan tanaman jenis sungkai; dan HPE kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm² tidak berubah dari Februari 2026.

Tetapi, terjadi kenaikan HPE pada kayu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman; kayu lapis untuk kotak kemasan (wooden sheet for packing box); dan kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis meranti, rimba campuran, sortimen lainnya jenis eboni, hutan tanaman jenis pinus, gmelina, akasia, sengon, karet, balsa, eukaliptus, serta sungkai.

Di sisi lain, HPE kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm² dari jenis jati turun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Masih Ditelusuri Jumlah Pas...
Olahraga
Akhirnya Randal Kolo Muani ...
Nasional
Sistem Pilkada Perlu Direfo...
Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.