Pemerintah Luncurkan Pelatihan Vokasi Nasional
📅 Jumat, 27 Feb 2026, 19:15 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Chairul Umam
JAKARTA — Pemerintah meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang menyasar lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir. Program ini diselenggarakan secara gratis dan ditargetkan menjangkau 20 ribu peserta pada batch pertama.
“Alhamdulillah siang ini Pak Menko hadir memenuhi undangan kami terkait beberapa program yang sedang disiapkan dan diluncurkan Kementerian Ketenagakerjaan. Salah satunya Program Pelatihan Vokasi Nasional. Batch 1 sebanyak 20 ribu orang, khusus untuk lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli di kantornya, Jumat (27/2).
Program ini diharapkan menjadi alternatif selain program magang nasional yang selama ini menyasar lulusan perguruan tinggi.
"Kami memberikan alternatif program untuk lulusan SMA dan SMK agar bisa meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja,” kata dia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan seluruh rangkaian pelatihan diselenggarakan pemerintah tanpa dipungut biaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, etos kerja, dan kesiapan untuk bekerja," kata Airlangga.
"Baik hard skill maupun soft skill, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah mewujudkan SDM Unggul Emas 2045,” kata Airlangga.
Airlangga menyebut, program ini mengedepankan konsep link and match antara kurikulum pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Airlangga memaparkan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah lulusan SMA-SMK pada 2024–2025 mencapai 3,28 juta orang. Dari total 148 juta pekerja nasional, lulusan SMA berkontribusi sekitar 20 persen dan SMK 14 persen.
Pemerintah menargetkan peningkatan kompetensi hingga 35 persen melalui program reskilling dan upskilling. Program ini terbuka bagi lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir melalui portal resmi skillhub.kemenaker.go.id.
Peserta pelatihan akan mendapatkan sejumlah manfaat, antara lain bantuan transportasi, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Serta, jaminan Kematian (JKM), serta sertifikasi kompetensi berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Untuk pelatihan tertentu, disediakan fasilitas asrama bagi peserta dari luar kota. Program ini direncanakan berlangsung dalam tiga batch, masing-masing 20 ribu peserta.
Pelatihan dilaksanakan di 33 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas serta satuan pelayanan Kemenaker di berbagai provinsi. Bidang pelatihan mencakup teknologi informasi dan komunikasi, bisnis dan manajemen, pariwisata, tata busana dan garmen, otomotif, housekeeping, kelistrikan.
Mekanisasi pertanian, konstruksi, serta berbagai keterampilan lainnya. Pelatihan dilaksanakan secara luring, daring, dan hybrid dengan lebih dari 820 kelas pada 31 kejuruan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!