Warga Manila Berunjuk Rasa Menentang Korupsi
📅 Kamis, 26 Feb 2026, 02:56 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun analis lain menolak anggapan bahwa semua itu dilatarbelakangi oleh tingkat partisipasi rakyat Filipina yang rendah ataupun apatis.
“Kelelahan akibat protes telah terjadi selama bertahun-tahun saat ini. Tetapi kita tidak boleh melihatnya seolah-olah ini akan menentukan keberhasilan atau kegagalan agenda reformasi kita,” kata Michael Henry Yusingco, peneliti senior di Ateneo Policy Center di Manila, kepada AFP.
“Aksi unjuk rasa pada 25 Februari tetap penting karena berfungsi sebagai peringatan nyata kepada ombudsman dan jaksa penuntut bahwa mereka memiliki kewajiban untuk memenuhinya," imbuh dia.
Profesor ilmu politik Universitas Filipina, Jean Franco, setuju dengan pernyataan tersebut, dan mengatakan bahwa kurangnya kemarahan publik yang terang-terangan bukan berarti mereka tidak memantau kasus-kasus tersebut. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!