Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan dan Bapanas Distribusikan Cabai Rawit ke Jakarta Guna Stabilkan Harga

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 13:55 WIB | Oleh:
Kementan dan Bapanas Distribusikan Cabai Rawit ke Jakarta Guna Stabilkan Harga Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Kementerian Pertanian mengguyur 10,9 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati hingga Selasa (24/2/2026) sebagai langkah stabilisasi harga. Distribusi ini dilakukan melalui skema kolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memastikan pasokan tetap terjaga di tingkat pedagang induk.

JAKARTA - Kementerian Pertanian mengguyur 10,9 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati hingga Selasa (24/2/2026) sebagai langkah stabilisasi harga. Distribusi ini dilakukan melalui skema kolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memastikan pasokan tetap terjaga di tingkat pedagang induk.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, cabai rawit tersebut berasal dari hasil panen program Champion Cabai binaan Kementerian Pertanian di sejumlah daerah sentra produksi. Program tersebut merupakan petani yang mendapat pendampingan teknis sekaligus dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Ketut menjelaskan, sesuai arahan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pihaknya memberikan subsidi distribusi hingga 7 ton cabai rawit dari daerah produksi menuju Jakarta. Pengiriman dilakukan secara cepat, termasuk menggunakan moda transportasi udara, guna mengejar kebutuhan pasar dan meredam lonjakan harga.

"Oleh karena itu, langkah yang kami tempuh sebagaimana arahan dari Bapak Kepala Bapanas, maka kami sudah menggerakkan sampai sekarang lebih dari 4 ton cabai rawit merah ke PIKJ," ujar Ketut dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).

Secara rinci, pada 19 Februari sebanyak 980 kilogram cabai rawit merah dikirim dari Champion Cabai Magelang, Jawa Tengah, ke Jakarta. Selanjutnya pada 20 Februari, 538 kilogram tiba dari Bandung, Jawa Barat, diikuti 1,050 ton dari Enrekang, Sulawesi Selatan, pada 21 Februari.

Pengiriman berlanjut pada 22 Februari sebanyak 1,75 ton dari Magelang, kemudian 1,26 ton dari Magelang dan 75 kuintal dari Garut pada 23 Februari. Puncaknya terjadi pada 24 Februari dengan pasokan mencapai 4,6 ton dalam sehari, terdiri dari 2,1 ton asal Enrekang dan 2,5 ton dari Magelang.

Cabai rawit merah tersebut dijual kepada pedagang pengecer dengan kisaran harga Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram untuk membantu menekan harga pasar.

"Kita upayakan masuk dulu cabai ini ke pasar induk, sehingga harga mudah-mudahan bisa kita kendalikan karena pasokan sudah mulai bergerak," tutur Ketut.

Ia menambahkan, dalam beberapa hari ke depan harga cabai rawit merah diperkirakan mulai terkendali seiring berkurangnya intensitas hujan di sejumlah daerah sentra produksi. Dengan kondisi cuaca yang lebih baik, petani dinilai lebih leluasa melakukan panen sehingga pasokan di pasar dapat kembali meningkat dan harga berangsur turun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

18 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.