Kadin Dorong Badan Komoditas di Papua Tengah, Sinyal Perang terhadap Tengkulak
📅 Kamis, 26 Feb 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim PenulisPipin menilai komoditas kopi dan kakao di Papua Tengah memiliki potensi ekspor besar sehingga perlu perlindungan kebijakan agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan petani sebagai produsen utama.
Ia menyebut harga minuman kopi di pasar internasional dapat mencapai jutaan rupiah per gelas sehingga nilai tambah tersebut seharusnya berdampak langsung terhadap masyarakat di daerah penghasil.
Selain melindungi petani, badan komoditas juga diharapkan mampu mengendalikan harga, menjaga kualitas produksi, serta memperkuat rantai pasok komoditas daerah.
Ia menambahkan sinergi antara pemerintah daerah dan Kadin Papua Tengah penting untuk menggali potensi komoditas unggulan sekaligus memperkuat peran pengusaha lokal dalam pengembangan ekonomi daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Pemprov Papua Tengah berkomitmen untuk menjadikan sektor pertanian kopi dan kakao sebagai pengungkit perekonomian daerah.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyatakan, pada tahun ini pemerintah menargetkan penanaman satu juta pohon kopi di seluruh kabupaten wilayah pegunungan.
Selain kopi, pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp65 miliar untuk pengembangan kakao di Kabupaten Nabire.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki potensi ekspor besar, bahkan kopi kerap disebut sebagai “emas hitam” karena nilai ekonominya yang tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!