Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Danantara target pembentukan holding maskapai BUMN rampung semester I

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 20:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Danantara target pembentukan holding maskapai BUMN rampung semester I Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Pesawat Garuda Indonesia dan Pelita Air.

JAKARTA – Pembentukan holding maskapai BUMN menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri penerbangan nasional yang menghadapi tekanan biaya tinggi, persaingan ketat, dan fluktuasi permintaan.

Dengan skema holding, koordinasi bisnis, efisiensi operasional, serta integrasi rute dan armada dapat dilakukan lebih terstruktur dibandingkan model entitas yang berjalan sendiri-sendiri.

Secara analitis, konsolidasi ini memungkinkan optimalisasi aset, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan daya tawar dalam pengadaan pesawat maupun pembiayaan.

Selain itu, holding berpotensi mengurangi tumpang tindih rute dan mendorong sinergi layanan, sehingga memperbaiki kinerja keuangan secara keseluruhan.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada tata kelola yang profesional dan independen dari intervensi nonbisnis.

Jika dirancang dengan transparan dan berbasis strategi jangka panjang, holding maskapai BUMN dapat menjadi fondasi restrukturisasi industri penerbangan yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan pembentukan holding maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan selesai pada semester I 2026.

Holding maskapai BUMN akan terdiri dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), anak perusahaan GIAA yaitu PT Citilink Indonesia, serta PT Pelita Air Service yang merupakan lini bisnis maskapai PT Pertamina (Persero).

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia Rohan Hafas dalam Exclusive Group Interview di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (26/2), menjelaskan pembentukan holding maskapai BUMN akan menciptakan efisiensi dan optimalisasi sistem pemesanan dari ketiga perusahaan.

"Holdingisasi dari Pelita, Citilink, dan Garuda artinya satu booking, satu Garuda point, mileage, registration, bahkan seat-nya bisa saling tukar dan sebagainya. Itu pasti bisa lebih efisien. Jadi optimalisasi dari sistem booking," ujar Rohan .

Dari sisi penambahan jumlah pesawat, Ia melanjutkan dengan bergabungnya ketiga maskapai, maka masalah keterbatasan armada yang dialami oleh masing-masing perusahaan dapat teratasi, apalagi jika memiliki rute penerbangan yang sama.

"Jumlah pesawatnya jadi lebih banyak kalau bergabung. Rute yang sama bisa di masing-masing hanya 60 persen, kalau digabung penuh dua-duanya, tujuannya Surabaya misalkan yang paling populer. Citilink ada Surabaya, Pelita ada Surabaya, Garuda ada Surabaya, kenapa enggak satu flight?" ujar Rohan.

Seiring penggabungan sistem booking dan kerja sama ketiga perusahaan, pihaknya berharap dapat menjadi tambahan pendapatan bagi maskapai, terutama Garuda Indonesia yang saat ini masih berjuang untuk meraih keuntungan (profit).

"Hopefully ya segera di semester I 2026, karena itu sangat krusial untuk mendapatkan extra income tanpa menambah pesawat," ujar Rohan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Sabar dan Reza Sukses Menem...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.