Indonesia Dipuji di Forum Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, Jadi Role Model Perikanan Berkelanjutan!
📅 Rabu, 25 Feb 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Budi Candra Setya.
JAKARTA – Indonesia menuai apresiasi di panggung internasional setelah dinilai berhasil menunjukkan praktik pengelolaan perikanan berkelanjutan, terutama pada sektor perikanan skala kecil.
Pengakuan tersebut mengemuka dalam forum Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang digelar di Reykjavik, Islandia.
Dalam forum tersebut, pendekatan Indonesia dipandang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi nelayan tradisional dengan aspek konservasi sumber daya laut.
Kebijakan yang menitikberatkan pada keberlanjutan, perlindungan ekosistem, serta pemberdayaan komunitas pesisir dinilai relevan dengan tantangan global terkait overfishing dan perubahan iklim.
Apresiasi ini bukan sekadar simbolik, melainkan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu rujukan bagi negara berkembang dalam membangun tata kelola perikanan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ke depan, tantangannya adalah memastikan konsistensi implementasi di lapangan agar pengakuan global tersebut sejalan dengan dampak nyata bagi kesejahteraan nelayan dan kelestarian sumber daya laut.
Pengakuan itu disampaikan oleh Marine Stewardship Council (MSC) dalam acara bertajuk "Lessons learned from improving fisheries management: 15 years of application of MSC tools in the pre-certification space" yang digelar di sela pertemuan Committee on Fisheries (COFI) milik Food and Agriculture Organization.
Head of Fisheries Standard Accessibility MSC Amanda Lejbowicz, dalam keterangannya, Rabu (25/2), menyebut Indonesia menunjukkan kemajuan nyata dalam membangun tata kelola perikanan berkelanjutan melalui kemitraan strategis.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Indonesia menunjukkan bagaimana kemitraan strategis antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat menciptakan dampak sistemik dalam tata kelola perikanan," ujarnya.
Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi negara-negara anggota FAO untuk membahas kebijakan serta praktik terbaik dalam tata kelola perikanan global.
Dalam kesempatan itu, MSC menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memperkuat sistem pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
Indonesia dinilai berhasil menghadirkan pendekatan kolaboratif melalui koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi perikanan, lembaga riset, serta organisasi masyarakat sipil.
Pendekatan tersebut menjadi fondasi dalam mendorong perbaikan pengelolaan perikanan secara sistematis.
Perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP) dalam sesi panel memaparkan strategi nasional melalui Pertemuan Nasional Perbaikan Perikanan yang berfungsi menyelaraskan berbagai Fisheries Improvement Project (FIP) dengan kebijakan nasional dan dukungan teknis di lapangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!