Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Simak! Ini Saran Edukator Cara Siasati Uang THR Lebih Bermanfaat dan Tak Langsung Menguap

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 04:22 WIB | Oleh:
Simak! Ini Saran Edukator Cara Siasati Uang THR Lebih Bermanfaat dan Tak Langsung Menguap Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Edukator keuangan Aliyah Nastasya membagikan cara untuk menyiasati uang Tunjangan Hari Raya (THR) agar lebih bermanfaat dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/2).

JAKARTA - Edukator keuangan Aliyah Nastasya membagikan cara untuk menyiasati uang Tunjangan Hari Raya (THR) agar lebih bermanfaat menjelang tibanya hari lebaran.

“Untuk alokasi THR menurut saya ada porsi-porsi yang juga kita bisa bagi porsinya, alokasinya itu harus ideal,” kata Aliyah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Aliyah menekankan dalam melakukan investasi jangka panjang waktu merupakan segalanya. Pengaturan waktu yang baik dapat membantu mengamankan kebutuhan yang menjadi prioritas sejak awal perencanaan.

Dalam konteks THR untuk lebaran, dia menyampaikan hal pertama yang perlu diperhatikan adalah niat untuk menabung dan membaginya sesuai dengan prioritas kebutuhan.

Niat tersebut akan mengukuhkan keinginan untuk merencanakan kebutuhan secara matang, lebih terstruktur serta mengetahui standar hidup yang perlu ditetapkan sebelum berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

“Ini (THR) sebenarnya besar karena seukuran satu bulan gaji, cuma kita kadang setelah terima, setiap lebaran habis saja, kenapa? Karena kita tidak ada niat untuk mengalokasikannya untuk hal yang penting,” kata dia.

Berikutnya yakni mengalokasikan persentase yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Misalnya, pengalokasian dana THR bisa dibagi menjadi 20 persen untuk zakat fitrah, infaq dan utang konsumtif, 20 persen untuk persiapan hidangan lebaran, baju maupun hampers, 30 persen untuk kebutuhan mudik dan transportasi, dan 30 lainnya disimpan sebagai investasi jangka panjang.

Dalam seluruh pembagian itu tiap individu kemudian harus merinci lagi pendanaan yang dibagi menjadi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Hal tersebut dimaksudkan agar seluruh uang yang disusun tidak keluar dari koridor keperuntukannya.

Ia menyoroti masalah kumpul keluarga di Indonesia masih menjadi tantangan untuk mengerem pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.

“Jadi yang susah di budaya Indonesia menurut aku adalah boundaries, terutama dalam masalah kekeluargaan. Kalau tidak dituruti dibilang tidak berbakti, pelit, padahal kalau kita saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, uang itu adalah hak dari pemilik yang menghasilkannya,” ujar Aliyah.

Dia turut menekankan bahwa perencanaan keuangan juga akan membantu masyarakat untuk memetakan capaian yang ingin diraih dengan mudah sesuai dengan tenggat-tenggat waktu yang telah ditetapkan.

“Semuanya itu enggak bisa didapatkan dalam satu waktu. Ada musimnya masing-masing,” kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.