Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sensus Ekonomi 2026 Disorot, DPR Minta Data Valid dan Transparan

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis

Esti menjelaskan ketidakakuratan data dapat berdampak pada penentuan penerima bantuan, seperti peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS maupun keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Dia menambahkan masih ada keluarga yang seharusnya berhak menerima bantuan, namun tidak terdata dengan baik.

"Jangan sampai bantuan jatuh kepada orang yang tidak tepat. Jangan sampai orang yang sangat membutuhkan justru tidak mendapatkan haknya, sementara yang tidak membutuhkan malah menerima," ucap Esti.

Oleh karena itu, dia menekankan akurasi dan integritas pendataan menjadi hal yang sangat penting.

Dia mengharapkan Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang benar-benar valid sehingga mampu menjadi fondasi kuat dalam perumusan kebijakan yang adil dan tepat sasaran.

Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2026 dan merupakan agenda rutin yang digelar setiap 10 tahun sekali. Sensus itu akan menghasilkan potret terkini struktur ekonomi nasional serta informasi mendalam per sektor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

46 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Pemerintah Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Kreatif Indonesia

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...
Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.