Kemenbud Dukung Peringatan Hari Wayang Dunia 2026
📅 Selasa, 24 Feb 2026, 18:10 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Dokumentasi Kementerian Kebudayaan
JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendukung peringatan Hari Wayang Dunia di Yogyakarta pada 24-26 April 2026 mendatang. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dinilai penting bagi keberlanjutan seni pewayangan Indonesia.
Demikian disampaikannya dalam rapat audiensi dengan organisasi UNIMA di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk dari komitmen organisasi UNIMA dalam jaringan yang secara global menginisiasi peringatan Hari Wayang Dunia.
"Saya menyambut baik inisiatif ini. Karena upaya pelestarian Wayang Indonesia adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama," kata dia dalam keterangan pers pada Senin (23/2).
Menyoal kegiatan tersebut, ia menyampaikan bahwa Wayang memiliki beragam jenis yang harus dijaga dan dilestarikan bersama. Mulai dari Wayang klasik hingga beragam jenis lainnya yang kerap ditampilkan ke publik.
"Varian wayang luar biasa dari dulu, wayang klasik termasuk Wayang Wahyu, Wayang Sukha, dan Wayang Krucil. Hingga masih banyak ragam lainnya," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wayang, kata dia, sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO sejak 2003 lalu. Ia menegaskan bahwa pengakuan tersebut memiliki nilai universal wayang sebagai sistem pengetahuan, dan ekspresi seni.
Sementara itu, Presiden UNIMA, Dimas Samodra Rum, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan akan menghadirkan berbagai ekspresi seni pewayangan yakni dari pertunjukan wayang klasik, wayang langka yang terancam punah, hingga karya kontemporer dan eksperimental.
Selain pergelaran seni, kegiatan juga mencakup seminar kebudayaan. "Ada juga ruang temu seniman, pameran karya budaya, serta pelibatan pelaku UMKM berbasis tradisi," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, Menbud Fadli menyatakan dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut serta menegaskan komitmen berkelanjutan dalam pemajuan seni pewayangan.
Dalam hal ini, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan bahwa pelestarian wayang tidak hanya dilakukan melalui peringatan seremonial. Tetapi juga melalui penguatan ekosistem pewayangan secara berkelanjutan, mulai dari regenerasi, hingga dukungan terhadap komunitas dan sanggar daerah. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!