Bank Mandiri Perkuat Fungsi Intermediasi dan Profitabilitas di Awal Tahun 2026
📅 Selasa, 24 Feb 2026, 10:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Bank Mandiri membuka tahun 2026 dengan kinerja fundamental yang solid, tercermin dari pertumbuhan kredit dan laba bersih pada Januari. Perseroan menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penyaluran pembiayaan ke sektor produktif dan UMKM di berbagai daerah.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan (bank only) Januari 2026, realisasi kredit tumbuh 15,62 persen secara tahunan menjadi Rp1.511,4 triliun. Ekspansi tersebut mendorong total aset naik 13,96 persen year on year menjadi Rp2.191,9 triliun, menandakan fungsi intermediasi tetap terjaga di awal tahun.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyatakan pertumbuhan itu memperlihatkan sinergi strategi bisnis dan manajemen risiko yang terintegrasi. Ia menegaskan percepatan ekspansi tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas pembiayaan dan memberi dampak nyata bagi perekonomian.
"Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan," kata Novita dalam keterangan resmi, Senin (23/2).
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga tercatat Rp1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29 persen secara tahunan. Struktur dana didominasi dana murah dengan rasio Current Account Saving Account sebesar 73 persen, menopang efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat likuiditas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara profitabilitas, laba bersih per Januari 2026 mencapai Rp4,65 triliun atau meningkat 16,18 persen year on year. Kinerja tersebut didorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih 10,2 persen dan penurunan biaya dana 27 basis poin dibanding bulan sebelumnya sehingga Cost of Fund terjaga di level 2,06 persen.
Pendapatan berbasis komisi juga menunjukkan penguatan seiring meningkatnya aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis. Fee Based Income recurring tumbuh 16,1 persen secara tahunan, mempertegas struktur pendapatan yang semakin berimbang dan berkelanjutan.
Efisiensi operasional tercermin dari rasio Cost to Income Ratio yang membaik menjadi 37,75 persen, turun dibanding bulan sebelumnya yang masih berada di atas 40 persen. Perbaikan ini menunjukkan pengendalian biaya berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi digital, transaksi Livin’ by Mandiri meningkat 49,3 persen secara tahunan dan Kopra by Mandiri tumbuh 27 persen. Transaksi treasury turut naik 33 persen, mencerminkan penguatan layanan digital dan solusi finansial terintegrasi bagi nasabah ritel maupun pelaku usaha.
Kualitas aset tetap terjaga dengan Cost of Credit turun 21 basis poin secara tahunan menjadi 0,35 persen dan rasio kredit bermasalah stabil di 0,97 persen. Dengan fundamental tersebut, Bank Mandiri menyatakan optimistis menjaga pertumbuhan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026 melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!