Awal Tahun Berat, Defisit APBN Tembus Rp54 Triliun
📅 Senin, 23 Feb 2026, 16:50 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut Purbaya, pertumbuhan itu menunjukkan bahwa pemerintah telah mengakselerasi penyaluran belanja sejak awal tahun, khususnya dalam mendukung program prioritas, menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.
Pertumbuhan belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai 53,3 persen (yoy) dengan realisasi Rp131,9 triliun atau 4,2 persen dari target.
Pertumbuhan yang tinggi terlihat pada komponen belanja kementerian/lembaga sebesar 128,9 persen (yoy). Nilai realisasi belanja K/L tercatat sebesar Rp55,8 triliun atau 3,7 persen dari target.
Sedangkan belanja non-K/L terealisasi sebesar Rp76,1 triliun atau 4,6 persen dari target, tumbuh 23,4 persen (yoy).
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun realisasi transfer ke daerah (TKD) mengalami pertumbuhan tipis 0,6 persen (yoy) dengan realisasi Rp95,3 triliun atau 13,8 persen dari target.
Dengan kinerja itu, keseimbangan primer tercatat defisit Rp4,2 triliun. Bendahara negara mengatakan realisasi ini mencerminkan posisi fiskal yang terkelola dengan hati-hati.
Sementara realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp105,1 triliun atau 15,2 persen dari target. Purbaya memastikan pembiayaan anggaran dilakukan secara terukur dan antisipatif untuk menjaga likuiditas serta stabilitas pasar keuangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara keseluruhan, Purbaya menyatakan APBN 2026 tetap berfungsi optimal sebagai "shock absorber" sekaligus motor penggerak ekonomi.
“Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi, dan defisit yang tetap terkendali, kami optimistis APBN akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026,” tutur Menkeu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!