Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hindari Terlalu Banyak Makan Gorengan Saat Berbuka Puasa, Ini Penjelasan Ahli Gizi

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 10:16 WIB | Oleh:
Hindari Terlalu Banyak Makan Gorengan Saat Berbuka Puasa, Ini Penjelasan Ahli Gizi Doc: ANTARA
Ket. Aneka takjil di kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat

JAKARTA - Kebiasaan mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa dapat memberikan efek negatif pada kesehatan terutama bagi organ tubuh yang dipaksa bekerja keras setelah seharian berpuasa.

“Makan terlalu banyak gorengan pada saat berbuka atau sahur dapat memberatkan kerja organ tubuh,” kata Dietisien dari RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati, Sabtu (21/2).

Yesi mengatakan, berbuka dengan memakan gorengan mengakibatkan asupan lemak menjadi lebih berlebih, apa lagi dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Organ yang terdampak pertama adalah hati, karena kelebihan lemak akan disimpan dalam organ tersebut. Bila terjadi penumpukan lemak bisa menyebabkan perlemakan hati yang berkembang menjadi peradangan, kemudian menjadi sirosis bahkan kanker hati.

Kedua, sering makan gorengan dapat membuat jantung dan pembuluh darah mengalami penyumbatan karena asupan lemak berlebih.

“Hal ini dapat meningkatkan kolesterol dalam darah sehingga terjadi penyumbatan berisiko terjadi aterosklerosis dan penyakit jantung koroner,” katanya.

Pankreas dan empedu adalah organ lain yang terdampak karena asupan lemak yang berlebih yang bisa menyebabkan resistensi insulin sehingga berisiko terkena diabetes.

Asupan lemak berlebih juga dapat memberatkan kerja organ ginjal karena memaksa ginjal bekerja lebih keras bisa menyebabkan penyakit ginjal kronik.

Yesi menambahkan organ paru-paru juga terdampak akibat lemak berlebih, terutama jika lemak ada di area perut bisa menekan diafragma sehingga menyebabkan sesak nafas.

"Efek lainnya terjadi pada sistem reproduksi yang dapat menyebabkan penurunan kesuburan karena ketidakseimbangan hormon," kata Yesi.

Selain itu, berbuka dengan gorengan bisa mengganggu pencernaan karena saluran cerna dipaksa bekerja keras setelah berpuasa selama kurang lebih 12 jam.

Yesi mengatakan terlalu sering makan gorengan dapat memberikan efek negatif pada orang yang sudah kegemukan ataupun obesitas karena bisa berisiko mengalami perlemakan hati.

“Apabila terjadi terus menerus dan tidak diimbangi dengan asupan serat yang cukup dan aktivitas fisik yang memadai, maka terjadi penumpukan lemak di dalam tubuh yang sangat berisiko terjadi obesitas, penyakit jantung, stroke, perlemakan hati, diabetes melitus, kanker dan penyakit lainnya,” katanya

Ia menyarankan frekuensi makan gorengan yang masih dalam batas aman adalah maksimal dua buah sehari bagi yang sehat atau status gizi masih normal, asalkan dalam menu makannya tidak ditambah lagi dengan pengolahan yang digoreng atau bersantan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.