La Liga Spanyol: Sorotan untuk Flick Meningkat saat Barcelona Mencari Titik Balik
📅 Jumat, 20 Feb 2026, 10:24 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
BARCELONA – Sejak tiba di Catalunya pada musim panas 2024, Hansi Flick membawa angin segar bagi FC Barcelona. Ia menghidupkan kembali klub raksasa Catalan itu, mempersembahkan treble winners domestik musim lalu, serta mengantar tim mencapai semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya dalam enam tahun.
Namun, pekan terakhir menghadirkan realitas berbeda. Musim ini berjalan lebih terjal, sebagian karena badai cedera. Meski demikian, Barca sebenarnya masih melaju stabil hingga dua kekalahan beruntun menggerus kepercayaan diri jelang fase krusial kompetisi.
Barcelona akan menjamu Levante di Camp Nou, Minggu (22/2), dalam lanjutan La Liga. Laga ini menjadi momentum untuk bangkit sekaligus membuka peluang merebut kembali puncak klasemen dari rival abadi, Real Madrid CF, yang sehari sebelumnya bertandang ke markas Osasuna, Sabtu.
Los Blancos unggul dua poin atas Barca setelah pekan lalu memanfaatkan kekalahan 1-2 yang diderita pasukan Flick di kandang Girona FC. Hasil itu datang tak lama setelah kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey, penampilan yang disebut-sebut sebagai yang terburuk sejak Flick mengambil alih.
Barcelona sempat melayangkan protes terhadap sejumlah keputusan wasit di dua pertandingan tersebut. Meski komite teknik perwasitan mengakui adanya kekeliruan, hal itu tak menghapus fakta bahwa performa Blaugrana memang mengkhawatirkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami tidak dalam suasana hati yang baik, tidak dalam momen yang bagus,” aku Flick. “Saya memberi tim dua hari libur karena saya pikir penting bagi mereka untuk me-reset diri.”
Flick berharap gelandang kreatif Pedri Gonzalez dapat kembali bermain melawan Levante setelah absen karena cedera. Pelatih asal Jerman itu menilai faktor kelelahan mungkin berpengaruh, tetapi menegaskan timnya tetap harus menunjukkan hasrat menang.
“Mungkin ada kaitannya dengan kelelahan, tidak cukup segar… tetapi pada akhirnya kami harus punya rasa lapar untuk memenangi pertandingan,” ujarnya. “Saat mereka kembali, saya ingin mentalitas dan level yang berbeda dalam latihan maupun pertandingan.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak kedatangannya, Flick menerapkan gaya ultra-ofensif dengan garis pertahanan tinggi yang menghasilkan banyak laga penuh gol. Namun musim ini, intensitas pressing tinggi serta padatnya jadwal diyakini berkontribusi pada rentetan cedera. Produktivitas menurun, efektivitas penyelesaian akhir pun merosot.
Dua penyerang tengah, Robert Lewandowski dan Ferran Torres, belum menemukan performa terbaik sepanjang 2026. Di sisi lain, lini belakang tetap rapuh. Absennya Pedri dalam delapan dari 14 laga liga terakhir membuat kendali lini tengah kerap goyah.
Pernyataan Flick yang enggan menyesuaikan pendekatan taktik terhadap lawan juga menuai sorotan. “Saya tidak peduli apakah lawan bermain dengan lima bek atau memiliki striker cepat. Kami punya kualitas dan itu yang ingin saya lihat,” katanya pekan lalu. Namun hasil terbaru menunjukkan perlunya fleksibilitas lebih.
Saat menghadapi Atletico, kecepatan sayap Ademola Lookman dan Giuliano Simeone merobek pertahanan Barca tanpa ampun.
Secara matematis, Barcelona tetap favorit menghadapi Levante yang terpuruk di posisi ke-19. Namun tiga laga berikutnya, menjamu Villarreal CF, leg kedua semifinal Copa del Rey melawan Atletico, serta tandang ke San Mames menghadapi Athletic Bilbao, akan sangat menentukan arah musim sebelum memasuki fase gugur Liga Champions.
Pemain untuk Disorot: Isi Palazon
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!