Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hindari Kemacetan, Arus Mudik Mulai Dikoordinasikan

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 03:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hindari Kemacetan, Arus Mudik Mulai Dikoordinasikan Doc: AFP/BAY ISMOYO

JAKARTA – Meski puasa baru mulai dan lebaran masih lama, Pemerintah Provinsi Jakarta berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatur jadwal mudik bersama agar tidak berbarengankarena berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas. Antusiasme penyelenggaraan mudik kali ini sangat ramai. “Mudik bersama yang disiapkan swasta maupun kementerian dan lembaga cukup tinggi. Ini harus diatur,” kata Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Kamis (28/2).

Maka, dia akan atur supaya mudik bersamanya tidak berbarengan karena bisa membuat kemacetan. Pramono menyebutkan, jadwal mudik bersama akan dimulai sejak pertengahan Maret. Dengan demikian diharapkan kemacetan arus mudik dapat dihindari.

Menurutnya, mudik diatur tanggal: 11, 12, 13, 14, 15 Maret dan seterusnya. Sebab Work From Everywhere-nya mulai tanggal 13 Maret. “Inilah yang kita gunakan untuk mengatur mudik bersama di Jakarta,” ujar Pramono. Pada hari Rabu (18/2), Pramono telah bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk membahas kesiapan angkutan Lebaran 2026.

Menurut Dudy, Provinsi Jakarta menjadi salah satu daerah dengan pergerakan masyarakat tertinggi secara ­nasional.

Sebagian besar perjalanan mudik nasional berasal dari Jawa Barat dan Jakarta. Tujuan favorit antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Dengan potensi pergerakan masyarakat Jakarta yang begitu besar, Dudy minta Pemerintah Provinsi Jakarta memberikan sejumlah dukungan demi kelancaran angkutan Lebaran 2026.

Salah satunya dia berharap adanya posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran 2026. Ini untuk memastikan kesiapan armada (ramp check) dan simpul transportasi (khususnya terminal Tipe A).

Di samping itu, Dudy juga mendorong Pemprov Jakarta meningkatkan akses dan layanan angkutan feeder bagi pemudik. Selanjutnya, pengawasan, pengendalian, dan pengaturan rekayasa lalu lintas perlu dilakukan secara kondisional.

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa) selama masa angkutan Lebaran (H-10 sampai dengan H+11) mencapai 3,67 juta kendaraan. Sedangkan prediksi puncak arus mudik terjadi hari Rabu (18/3)atau H-3.

Sementara itu, proyeksi lalu lintas masuk Jakarta (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, GT Cikupa) selama H-10 sampai dengan H+11 Lebaran sebanyak 3,54 juta kendaraan. Prediksi puncak arus balik Senin (24/3) atau H+3. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.