Konsumsi Beras Malang Bakal Meledak 25%, Pemkot Langsung 'Gedor' Stok Murah, Cek Lokasinya
📅 Rabu, 18 Feb 2026, 18:10 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) mulai memasang kuda-kuda menghadapi potensi lonjakan konsumsi beras menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
Gerakan Pangan Murah (GPM) kini diintensifkan di berbagai titik guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah prediksi kenaikan permintaan sebesar 25 persen.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Elfiatur Roikhak di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan GPM selama Ramadhan bertujuan membuat masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
"Kami sebenarnya sudah menyelenggarakan GPM dan saat Ramadhan diintensifkan supaya masyarakat bisa mudah menjangkau (membeli) beras. Kalau secara tren memang ada peningkatan, prediksinya 25 persen," kata Elfiatur.
Peningkatan konsumsi beras disebabkan banyak faktor, seperti untuk memenuhi kebutuhan memasak saat untuk berbuka puasa dan sahur, kemudian juga karena adanya pelaksanaan tradisi megengan oleh masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data yang diterima dari Dispangtan Kota Malang, per tahunnya konsumsi beras masyarakat di wilayah setempat mencapai 60 ribu ton.
Dia menyampaikan rata-rata per bulan pihaknya perlu memenuhi kebutuhan beras paling tidak 5.000 ton dan saat ini persediaan komoditas tersebut di pasar sekitar 75.667,83 ton.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Perum Bulog, stok beras masih ada 500 ton dan bisa untuk 10 bulan lebih," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain dengan Bulog, pihaknya turut berkoordinasi dengan sejumlah daerah yang menjadi sentra penghasil beras di Jawa Timur guna menjaga rantai pasok ke Kota Malang.
Mengacu pada Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 299 Tahun 2025 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras menetapkan untuk harga eceran tertinggi (HET) beras di wilayah Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan sebesar Rp13.500 untuk beras medium dan Rp14.900 untuk beras premium.
"Kami minta pelaku usaha membuat komitmen untuk menjual sesuai HET," ujar dia.
Selain sebagai langkah menyikapi prediksi peningkatan jumlah konsumsi beras, GPM sekaligus menjadi langkah pemerintah daerah tersebut menjaga kestabilan harga di pasar sesuai ketentuan HET pemerintah pusat.
Diharapkan pula strategi ini mampu meminimalkan lonjakan harga di tengah adanya potensi kenaikan kebutuhan konsumsi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!