Stop Main Harga! Bapanas Kunci Distribusi Cabai dari Hulu ke Hilir
📅 Minggu, 15 Feb 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-Bapanas
JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) lagi tancap gas jelang Ramadhan 1447 Hijriah dengan menggandeng petani, pedagang, pemerintah daerah, sampai Satgas Pangan Polri.
Tujuannya simpel tapi penting: pengawasan diperkuat, distribusi diperlancar, dan harga cabai rawit merah dijaga biar tetap bersahabat.
Jadi, pas kebutuhan dapur mulai naik, stok tetap aman dan masyarakat bisa fokus ibadah tanpa harus pusing mikirin harga yang melonjak. Intinya, semua diajak kerja bareng supaya cabai tetap tersedia dan pasar tetap adem.
"Cabai adalah komoditas yang sangat sensitif terhadap pasokan harian. Karena itu, penguatan distribusi dari sentra panen ke pasar utama harus kita percepat melalui koordinasi lintas daerah dan lintas kementerian," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Minggu (15/2).
Merespons dinamika harga dan pasokan cabai rawit merah di sejumlah wilayah, terutama di DKI Jakarta, Bapanas mengumpulkan para pemangku kepentingan komoditas cabai yang terdiri dari champion petani cabai dari Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu pedagang cabai di wilayah DKI Jakarta, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan DKI Jakarta, serta Satgas Pangan Polri, melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilisasi Cabai yang digelar secara daring.
"Stabilisasi cabai memerlukan orkestrasi hulu hingga hilir," ujarnya.
Menurut dia, sentra produksi yang sedang panen harus terhubung cepat dengan pasar-pasar di hilir, utamanya di wilayah konsumen seperti DKI Jakarta agar harga tidak mengalami lonjakan signifikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketut menegaskan pemerintah sejak awal telah memberi ruang kepada petani untuk mendapatkan keuntungan yang wajar.
Namun, ia mengingatkan agar harga di tingkat produsen maupun konsumen harus wajar dan baik.
Jika tidak, harus dilakukan intervensi stabilisasi yang memberikan keseimbangan pada aspek hulu maupun hilir.
Berdasarkan Panel Harga Pangan per 14 Februari 2026, harga cabai rawit merah di tingkat produsen secara nasional rata-rata berada pada kisaran Rp56.383 per kilogram (kg).
Sementara di tingkat konsumen rata-rata nasional tercatat Rp73.339 per kg. Disparitas antarwilayah menjadi fokus intervensi distribusi agar selisih harga tidak melebar.
"Oleh karena itu, kita tidak bisa hanya menunggu setelah Imlek atau beberapa minggu ke depan. Langkah distribusi harus segera dijalankan," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!