Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Lebak Jaga Kawasan Lahan Pertanian Pangan Tidak Dialihfungsikan

25 Minggu, 15 Feb 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Pemkab Lebak Jaga Kawasan Lahan Pertanian Pangan Tidak Dialihfungsikan Pemkab Lebak Jaga Kawasan Lahan Pertanian Pangan Tidak Dialihfungsikan Doc: antara foto
Ket. Seorang petani di Lebak, Banten, tengah berada di areal persawahannya.

LEBAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, menjaga kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sebagai areal persawahan yang tidak dialihfungsikan untuk kepentingan apapun.

"Kita menetapkan perlindungan kawasan LP2B areal persawahan seluas 28.100 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Banten, Minggu (15/2).

Pemerintah Kabupaten Lebak komitmen menjaga kawasan LP2B agar areal persawahan tidak beralih fungsi lahan, karena menyumbangkan produksi kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan.

Selain itu, juga pemerintah daerah melindungi kawasan LP2B sesuai Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah.

Oleh karena itu, pihaknya benar-benar bahwa areal persawahan tersebut dijaga dan dilindungi agar tidak beralih fungsi lahan.

Sebab, bila kawasan areal persawahan itu terjadi alih fungsi lahan, dipastikan tidak akan tercapai kedaulatan pangan nasional.

Dengan demikian, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perlindungan kawasan LP2B areal persawahan jangan sampai terjadi alih fungsi lahan.

"Kami sangat mendukung adanya Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, sehingga bisa berkoordinasi dengan instansi terkait," katanya menjelaskan.

Menurut dia, kebijakan Astacita Presiden Prabowo Subianto untuk program swasembada pangan tentu langkah penting bagi pemerintah daerah menjaga ketahanan pangan agar tidak beralih fungsi lahan sektor pertanian menjadi permukiman, perkantoran, pergudangan dan industri.

Perlindungan kawasan LP2B yang ditetapkan areal persawahan tetap mampu memproduksi pangan nasional.

"Kita akan merekomendasikan pencabutan izin ke instansi terkait, jika kawasan LP2B beralih fungsi lahan menjadi kawasan industri maupun lainnya," kata Rahmat.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan ) Sukabungah Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk melindungi kawasan LP2B agar tidak beralih fungsi lahan untuk mendukung produksi pangan dan peningkatan ekonomi petani.

Areal persawahan di wilayahnya seluas 250 hektare dan masuk kawasan LP2B, sehingga perlu adanya perlindungan agar tidak beralih fungsi.

"Kita berharap larangan alih fungsi lahan itu harus dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha dan masyarakat, sehingga kawasan areal persawahan bisa terlindungi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Badai Austen Picu Blackout ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.