Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Lebak Klaim Jumlah Keluarga Risiko Stunting Menurun Drastis

📅 Kamis, 12 Feb 2026, 07:50 WIB | Oleh:
Pemkab Lebak Klaim Jumlah Keluarga Risiko Stunting Menurun Drastis Doc: antara foto
Ket. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah

LEBAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, menyebut dalam tiga tahun terakhir jumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) mengalami penurunan drastis dari 162.000 KRS menjadi 43.088 KRS pada 2025.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, Rabu (11/2), mengatakan penurunan jumlah KRS tersebut karena adanya intervensi melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Ia mengatakan Program Genting merupakan satu dari lima program prioritas BKKBN guna mempersiapkan Generasi Emas 2045 agar terbebas dari penyebaran stunting atau anak yang mengalami kekerdilan akibat buruknya pemasukan gizi.

Karena itu, lanjutnya, Program Genting untuk penurunan jumlah KRS tahun 2026 membutuhkan dukungan berbagai berbagai komponen, mulai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, perusahaan swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan media.

Program Genting, menurut dia, merupakan program keroyokan atau gotong royong dan bukan hanya pemerintah saja yang menjadi orang tua asuh KRS.

Masyarakat, lanjut dia, bisa saja menjadi orang tua asuh dengan menghimpun dana yang kelak dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak serta disalurkan ke relawan Dapur Atasi Stunting (Dahsyat) yang tersebar di seluruh desa.

Relawan dahsyat itu, kata dia, membuat aneka produk makanan berstandar gizi dan protein untuk dibagikan kepada 45.088 KRS, juga ibu hamil sebanyak 4.286 orang, 14.301 bayi usia dua tahun (baduta), dan 45.690 balita.

Mereka mendapatkan asupan gizi tersebut tergantung kondisi pemulihan ada yang 14 hari, dua bulan hingga enam bulan.

"Kami berharap Program Genting itu dapat meminimalisasi kasus KRS. Bila KRS menurun dipastikan Lebak bisa terbebas anak stunting," kata Tuti.

Sementara itu sejumlah KRS di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku mereka hingga kini mendapatkan asupan gizi berupa makanan dari Dapur Dahsyat desa setempat.

Penyaluran bantuan makanan itu bertujuan untuk meningkatkan status gizi yang baik terhadap anak -anak.

"Kami merasa lega dua anak yang awalnya mengalami gizi kurang, namun dengan adanya makanan bergizi dari Dapur Dahsyat kini kondisi tubuhnya lebih baik," kata Aminah (35) warga Rangkasbitung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.