Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Riset UI Bongkar Akar Pinjol: Emosi Instan Lebih Dominan dari Logika

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset UI Bongkar Akar Pinjol: Emosi Instan Lebih Dominan dari Logika Doc: Antara
Ket. Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Miriam Rustam.

Depok  - Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Miriam Rustam menyatakan emosi lebih dominan yang menyebabkan banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol).

Melalui rangkaian penelitian terhadap lebih dari 900 responden, Miriam menemukan bahwa dua tipe emosi bekerja secara bersamaan saat individu menghadapi pilihan keuangan berisiko, yakni emosi antisipatif dan emosi yang diantisipasi.

"Emosi antisipatif ialah perasaan langsung yang dialami saat mempertimbangkan pilihan, misalnya antusiasme seketika saat melihat peluang untung," kata Miriam Rustam di Kampus UI Depok, Jabar, Rabu (11/2).

Sementara itu, emosi yang diantisipasi adalah prediksi mengenai perasaan di masa depan setelah hasil keputusan terjadi, seperti membayangkan kebahagiaan saat investasi berhasil.

Riset Miriam itu membuktikan bahwa intensi mengambil risiko meningkat tajam ketika informasi disajikan secara abstrak (fokus pada tujuan besar seperti modal usaha) dan dibingkai dalam konteks keuntungan (gain).

Dalam kondisi tersebut, pertahanan psikologis seseorang melemah karena hanya berfokus pada bayangan kesuksesan tanpa mempertimbangkan risiko kegagalan secara mendalam.

Berdasarkan temuan tersebut, Miriam merekomendasikan agar edukasi literasi keuangan di Indonesia tidak hanya mengajarkan tentang angka, tetapi juga menekankan pada pengelolaan emosi serta penyajian informasi konkret.

Pengelolaan emosi itu bisa dilakukan dengan melatih masyarakat menyadari dorongan emosi instan yang muncul saat melihat tawaran keuangan.

Kemudian, penyajian informasi secara konkret diberikan dengan memberikan gambaran detail mengenai risiko secara spesifik, seperti rincian skema pembayaran atau konsekuensi gagal bayar untuk menekan pengambilan keputusan yang gegabah.

“Jika masyarakat hanya diberikan janji kesuksesan yang bombastis, maka pertahanan psikologis mereka akan melemah,” ungkap Miriam.

Melalui pemahaman mekanisme emosi dan tingkat konstrual tersebut, Miriam berharap masyarakat dapat menjadi lebih waspada terhadap berbagai skema keuangan yang berpotensi merugikan kesejahteraan mental dan ekonomi nasional.

Miriam melakukan penelitian untuk mengungkap mekanisme psikologis di balik keputusan keuangan yang sangat berisiko itu.

Data menunjukkan kerugian investasi bodong menyentuh Rp140 triliun sejak 2017, sementara sektor pinjol menyumbang kerugian Rp120 triliun pada tahun 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Sekolah Negeri Jakarta siap...
Daerah
Ramalan Cuaca Hari Ini Kota...

Harga Emas Ngulet Rp18.000

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Harga Emas Ngulet Rp18.000
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.