MBG Serap Dana Jumbo, Airlangga Prediksi Realisasi Rp60 Triliun
📅 Rabu, 11 Feb 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Luthfia Miranda Putri.
JAKARTA – Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi instrumen penting kebijakan sosial sekaligus stimulus ekonomi, namun juga membawa konsekuensi fiskal yang signifikan.
Dengan skala penerima yang besar, MBG berpotensi meningkatkan permintaan pangan dan menggerakkan ekonomi lokal, tetapi tanpa perencanaan pasokan yang matang dapat memicu tekanan inflasi dan membebani APBN.
Karena itu, efektivitas anggaran MBG sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, efisiensi belanja, serta integrasi dengan sektor pertanian dan UMKM agar program ini tidak hanya menyerap dana besar, tetapi benar-benar menghasilkan dampak gizi, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kuartal pertama 2026 diperkirakan mencapai Rp60 triliun.
Laporan tersebut disampaikan oleh Airlangga dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, realisasi tersebut menjadi salah satu pendorong utama perputaran ekonomi nasional, khususnya dalam memperkuat daya beli masyarakat dan mendukung sektor pangan.
"MBG sampai dengan kuartal pertama diperkirakan akan ada realisasi anggaran sebanyak Rp60 triliun. Hal ini tentu akan mendorong stimulasi perekonomian," ujar Airlangga.
Selain itu, Airlangga juga melaporkan peluncuran berbagai program stimulus pendukung, termasuk insentif transportasi yang telah diumumkan sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Paket insentif tersebut mencakup diskon tarif kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan 100 persen, serta potongan harga tiket pesawat sebesar 17-18 persen.
Menurut Airlangga, keseluruhan anggaran insentif transportasi tersebut diperkirakan mencapai Rp911,16 miliar, yang terdiri dari Rp639,86 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Rp271,5 miliar dari non-APBN.
Di bidang perlindungan sosial, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan kepada 35,04 keluarga penerima manfaat yang masuk dalam desil 1-4 dengan total anggaran Rp11,92 triliun. Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak.
"Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan untuk menjaga kelancaran logistik," kata Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) pada 16,17, 25, 26, dan 27 Maret untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menjelang periode hari besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!