Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Hukum Ungkap Royalti Musik Lindungi Musisi Bukan Beban Masyarakat

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 17:00 WIB | Oleh:
Menteri Hukum Ungkap Royalti Musik Lindungi Musisi Bukan Beban Masyarakat Doc: Humas Kemenkum
Ket. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas

JAKARTA - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengatakan royalti musik bertujuan melindungi musisi Indonesia bukan menjadi beban masyarakat. Supratman Andi Agtas mengatakan hal itu dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (9/2).

Menkum Supratman sebelumnya berbicara dalam sebuah seminar di Universitas Indonesia, Depok tentang royalti musikSenin. Acara ini di gelar di UI dengan judul: "Royalti Musik di Ruang Publik; Dimana Batas Keadilanya?" dengan pembicara antara lain Marcell Siahaan.

Menteri Hukum menegaskan royalti musik di ruang publik tidak membebani masyarakat, pelaku usaha, maupun kampus. Anggapan yang menyebut royalti memicu kenaikan biaya usaha merupakan informasi keliru dan menyesatkan.

“Pengguna lagu tidak perlu khawatir. Pembayaran royalti tidak akan mempengaruhi harga kopi, makanan, atau jasa lainnya. Isu tagihan miliaran rupiah itu propaganda dan tidak benar,” kata Supratman Andi Agtas.

Ia menjelaskan, penggunaan musik untuk kepentingan pendidikan tidak dipungut royalti karena telah diatur dalam UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Sementara, Supratman menyebut penggunaan individu sudah tercakup melalui platform digital berbasis langganan maupun iklan.

“Konser sudah dipungut lewat tiket. Yang diatur negara hanya penggunaan komersial di ruang publik agar pencipta memperoleh hak ekonominya secara adil,” ucap Supratman.

Lebih lanjut, Supratman menegaskan pentingnya dukungan dunia terhadap proposal Indonesia tentang tata kelola royalti digital. Pemerintah ingin musisi Indonesia memperoleh perlakuan setara di platform internasional.

“Indonesia punya pasar besar. Musisi kita berhak mendapat royalti yang sama dengan negara lain,” kata Supratman.

Sementara itu, Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) Marcell Siahaan menegaskan sistem royalti harus adil dan berbasis penggunaan karya. Karena itu, LMKN dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) memperkuat tata kelola royalti melalui Sistem Informasi Lagu dan Musik(SILM).

“Royalti memang inklusif, tapi pembagiannya harus sesuai frekuensi pemakaian. Lagu yang sering diputar tentu nilainya lebih tinggi,” kata Marcel.

Melalui kebijakan ini, kata Marcel, pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem musik yang adil, transparan, dan berkelanjutan, tanpa membebani publik. Sekaligus, lanjut Marcel, kebijakan tersebut menjamin hak ekonomi para pencipta lagu. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.