Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Prioritaskan Gas Bumi dan EBT dalam Transisi Energi

📅 Senin, 09 Feb 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Prioritaskan Gas Bumi dan EBT dalam Transisi Energi Doc: Antara
Ket. Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha (deretan depan, tiga dari kiri) menjadi pembicara dalam Forum 3M SIBG General Industrial Channel di Jakarta, Senin (9/2).

Jakarta – Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha mengatakan pemerintah kini memprioritaskan optimalisasi gas bumi dan energi baru terbarukan (EBT) dalam pengelolaan sumber daya alam, seiring perubahan signifikan peta jalan energi nasional.

“Indonesia yang dulu eksportir minyak besar kini berfokus pada gas bumi dan EBT,” ujar Hangga di Jakarta, Senin (9/2).

Ia menyebut Indonesia berada pada fase krusial transformasi energi dengan menyeimbangkan ketahanan energi, keterjangkauan harga, dan komitmen rendah emisi. Saat ini, lifting minyak nasional tercatat 605.300 barel per hari, jauh di bawah kebutuhan yang mencapai 1,6 juta barel per hari.

Sebaliknya, Indonesia mengalami surplus gas bumi dengan produksi 6.500 MMSCFD dan konsumsi 4.500 MMSCFD. Untuk memenuhi kebutuhan domestik, khususnya PLN dan PGN, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur gas dan proyek LNG strategis seperti Geng North, Abadi Masela, Andaman, FLNG Genting, dan DSLNG guna menjaga pasokan pasca-2027.

Hangga juga menyampaikan pemerintah membentuk Satgas Hilirisasi melalui Keppres No. 1 Tahun 2025 yang diketuai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

Di sektor hilir migas, pemerintah mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan, termasuk pendeteksian kebocoran serta pemantauan distribusi BBM dan LPG secara real time.

Selain itu, setelah implementasi biodiesel B40, pemerintah menargetkan B50 pada semester II 2026. Dalam RUPTL 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas listrik 69,5 GW, dengan lebih dari 60 persen berasal dari EBT, termasuk pengembangan storage energi dan penggantian PLTD di wilayah 3T.

Pengembangan reaktor nuklir modular kecil (SMR) juga mulai dikaji di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat, sementara panas bumi tetap menjadi andalan baseload dengan kapasitas terpasang 2,7 GW.

“Ketahanan energi bukan hanya soal ketersediaan sumber daya, tetapi kemampuan memenuhi kebutuhan domestik secara berkelanjutan dan kompetitif,” ujar Hangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.