KLHK: Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga Masyarakat
📅 Minggu, 08 Feb 2026, 16:00 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Dyan
JAKARTA - Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLHK Agus Rusli memaparkan kondisi persampahan nasional terkini kepada publik luas. Ia menilai persoalan dipicu perilaku rumah tangga belum konsisten memilah limbah sejak sumbernya setiap hari di Indonesia kini.
"Pemilahan dari rumah menentukan separuh beban nasional," tutur Agus Rusli, Minggu (8/2).
Agus Rusli menekankan kebiasaan memilah organik domestik berpotensi menahan limpasan timbulan menuju lingkungan luas signifikan bagi masyarakat urban.
"Sampah anorganik bernilai ekonomi melalui bank sampah," ujar dia seraya menggambarkan insentif finansial bagi warga tingkat komunitas lokal perkotaan setempat.
Ia berpandangan produsen kemasan pangan minuman elektronik perlu bertransformasi memakai material ramah lingkungan mudah terurai melalui inovasi berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memaparkan kolaborasi kementerian pemerintah daerah komunitas pelaku usaha membersihkan pesisir wisata Bali bersama ribuan relawan lapangan.
"Gerakan kolektif memastikan kebersihan berkelanjutan," kata dia menggambarkan dampak ekonomi pariwisata meningkat signifikan bagi daerah melalui kunjungan wisatawan berkualitas.
Agus Rusli menggarisbawahi percepatan fasilitas pengolahan energi sampah memerlukan volume minimal harian terpenuhi agar layak investasi jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Partisipasi warga menentukan keberhasilan target nasional," imbuh dia seraya mengajak masyarakat mengomposkan sisa makanan menabung plastik demi lingkungan lestari bersama. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!