Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Respons Pemerintah Jepang Terkait Pembicaraan Telepon Presiden Donald Trump dan Xi Jinping

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 01:15 WIB | Oleh:
Respons Pemerintah Jepang Terkait Pembicaraan Telepon Presiden Donald Trump dan Xi Jinping Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi- Perang dagang USA dan China. Bendera Amerika Serikat dan Tiongkok menabrak kontainer di langit saat matahari terbenam.

TOKYO - Pemerintah Jepang menegaskan bahwa stabilitas hubungan antara Amerika Serikat dan China merupakan pilar krusial bagi keamanan komunitas internasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Kei Sato, menyusul pembicaraan telepon tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Kamis.

Tokyo kini berada dalam posisi waspada sembari terus mendorong Beijing agar memenuhi tanggung jawab globalnya, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Asia Timur yang melibatkan sekutu terdekat mereka, Amerika Serikat.

"Stabilitas dalam hubungan AS-Tiongkok sangat penting bagi Jepang dan komunitas internasional," kata juru bicara pemerintah dalam konferensi pers, sambil menahan diri untuk tidak mengomentari detail pengumuman oleh Washington dan Beijing.

"Berdasarkan hubungan kepercayaan yang kuat dengan sekutu kami, Amerika Serikat, Jepang akan terus mendesak Tiongkok untuk memenuhi tanggung jawabnya yang sesuai dengan posisinya," tambahnya.

Trump mengatakan ia membahas banyak hal penting dengan Xi, termasuk perdagangan dan Taiwan, karena pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November tentang keadaan darurat seputar pulau itu yang memicu ketegangan antara Tokyo dan Beijing.

Dalam menanggapi percakapan telepon Trump-Xi, pemimpin Taiwan Lai Ching-te mengatakan bahwa hubungan antara pulau yang diperintah secara demokratis itu dan Amerika Serikat "sangat kuat", serta program kerja sama antara kedua pihak disebut akan tetap tidak berubah.

Menurut Kementerian Luar Negeri China, Xi mengatakan kepada Trump bahwa Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan Sino-AS dan "tidak akan pernah diizinkan untuk terpisah dari Tiongkok," sambil mengatakan bahwa Amerika Serikat harus menangani penjualan senjata ke Taiwan "dengan hati-hati."

Sebelumnya pada Desember, pemerintahan Trump mengumumkan paket besar penjualan senjata ke Taiwan senilai lebih dari 11 miliar dolar AS (Rp185,7 triliun).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Olahraga
Marquez Rebut Sprint MotoGP...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.