Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Airlangga: Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar Dolar AS untuk Bangkitkan Industri Padat Karya Tekstil

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Airlangga: Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar Dolar AS untuk Bangkitkan Industri Padat Karya Tekstil Doc: Antara
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua dari kanan) dan Pjs. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari (kanan) menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis malam (5/2).

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah akan menyiapkan dana sebesar 6 miliar dolar AS untuk mendukung perbaikan industri padat karya, terutama industri tekstil, melalui skema co-invest dan/atau co-financing.

“Pemerintah ingin melakukan perbaikan terhadap industri padat karya, dalam hal ini industri tekstil. Dan Bapak Presiden sudah menyetujui. Kita akan siapkan dana sebesar 6 billion (miliar dolar AS) dan sudah punya roadmap-nya,” kata Airlangga dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2) malam.

Saat ini, catat Airlangga, nilai ekspor industri terkait tercatat sekitar 4 miliar dolar AS, namun dinilai memiliki potensi untuk meningkat hingga sepuluh kali lipat dalam periode 10 tahun ke depan.

Menurutnya, peningkatan tersebut dimungkinkan seiring dengan telah ditandatanganinya berbagai perjanjian dagang dengan hampir seluruh blok utama dunia, baik di Eropa maupun Asia, termasuk China, serta masih berlangsungnya pembicaraan dagang dengan Amerika Serikat.

Dengan jumlah penduduk dunia yang mencapai sekitar 8 miliar orang, Airlangga menilai bahwa permintaan terhadap produk sandang dan alas kaki akan terus terjaga. Dalam hal ini, menurut dia, tidak ada masyarakat yang tidak membutuhkan pakaian dan sepatu, sehingga pasar bagi industri padat karya dipandang tetap terbuka dan berkelanjutan.

Namun demikian, pemerintah mencermati masih adanya persepsi di sektor keuangan yang mengategorikan industri ini sebagai sunset industry.

Pemerintah menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat, mengingat sejumlah merek global seperti Nike, Adidas, dan Zara justru terus mencatatkan pertumbuhan dan memperluas industrinya.

Oleh karena itu, ujar Airlangga, pemerintah mendorong industri jasa keuangan agar tetap membuka akses pembiayaan bagi subsektor padat karya seperti sepatu, tekstil, garmen, dan furnitur.

“Nah, pemerintah akan siapkan 6 billion (miliar dolar AS) untuk co-invest atau co-financing. Nanti formulasinya kita akan bahas,” kata dia.

Secara global, catat Airlangga, Indonesia diperkirakan berada di peringkat kelima negara yang berpotensi menjadi pemain besar di industri tekstil.

Indonesia sebelumnya pernah menempati posisi sebagai pemain tekstil terbesar, namun terjadi pergeseran akibat perubahan orientasi usaha, terutama karena nilai lahan pabrik yang meningkat signifikan apabila dialihfungsikan menjadi properti.

“Tetapi kita harus re-invest lagi,” kata Airlangga.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan. Dari segi energi dan biaya tenaga kerja, Indonesia lebih kompetitif dibandingkan Vietnam maupun China. Dari segi biaya listrik, Indonesia lebih kompetitif dibandingkan China, Vietnam, maupun Thailand. Dari segi biaya air, Indonesia juga kompetitif.

“Jadi tidak ada alasan Indonesia tidak bisa mengembalikan kekuatan kita di sektor padat karya,” kata Airlangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.