Baterai Raksasa Berbasis Garam Masa Depan Penyimpanan Energi
📅 Kamis, 05 Feb 2026, 07:09 WIB | Oleh: Haryo BronoProyek ini menggunakan teknologi adiabatik tingkat lanjut, yang memungkinkan panas hasil kompresi disimpan dan dimanfaatkan kembali. Panas tersebut diserap oleh media penyimpan panas seperti garam cair (molten salt) atau material termal khusus, lalu disimpan dalam tangki isolasi bersuhu tinggi.
Saat fase pelepasan energi, udara bertekanan dilewatkan kembali melalui sistem pemanas yang menggunakan panas tersimpan tadi, sebelum diarahkan ke turbin. Dengan cara ini, udara tidak perlu dipanaskan menggunakan bahan bakar fosil, sehingga sistem dapat beroperasi tanpa pembakaran tambahan.
Pendekatan ini meningkatkan efisiensi siklus sistem hingga sekitar 70 persen, jauh di atas CAES generasi awal yang efisiensinya berkisar 40–50 persen.
Skala Proyek
Sebaiknya Anda baca juga:
Fasilitas Guoxin Suyan Huai’an terdiri atas dua unit pembangkit CAES, masing-masing berkapasitas 300 MW. Kedua unit ini dirancang untuk dapat beroperasi secara independen maupun bersamaan, memberikan fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan beban jaringan listrik.
Total kapasitas penyimpanan 2,4 GWh memungkinkan pembangkit ini memasok listrik selama berjam-jam pada saat permintaan puncak, menjadikannya solusi penyimpanan jangka menengah hingga panjang sesuatu yang masih sulit dicapai oleh baterai kimia konvensional pada skala serupa.
Dalam pengujian awal, seluruh unit berhasil tersambung ke jaringan listrik nasional Tiongkok dan langsung mencapai kapasitas penuh. Hal ini menandakan kesiapan teknologi serta kestabilan sistem tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kontribusi terhadap Sistem Kelistrikan Nasional
Secara tahunan, pembangkit ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 790 hingga 800 GWh listrik, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik ratusan ribu rumah tangga. Lebih dari sekadar pembangkit, fasilitas ini berfungsi sebagai penyangga jaringan (grid stabilizer) yang mampu merespons fluktuasi pasokan dan permintaan secara cepat.
Keberadaan CAES skala besar seperti Guoxin Suyan Huai’an juga membantu mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang biasanya digunakan untuk menutup kekurangan pasokan saat beban puncak.
Dampak Lingkungan
Dari sisi lingkungan, proyek ini menawarkan sejumlah keunggulan signifikan. Tidak adanya proses pembakaran bahan bakar berarti emisi karbon operasional sangat rendah. Selain itu, CAES tidak bergantung pada material langka seperti lithium, kobalt, atau nikel yang umum digunakan pada baterai, sehingga lebih ramah terhadap rantai pasok global.
Pemanfaatan rongga garam bekas tambang juga mengurangi kebutuhan pembangunan infrastruktur baru di permukaan tanah, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi pada aset geologi yang sebelumnya tidak produktif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!