Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Baterai Raksasa Berbasis Garam Masa Depan Penyimpanan Energi

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 07:09 WIB | Oleh:
Baterai Raksasa Berbasis Garam Masa Depan Penyimpanan Energi Doc: Foto: Perusahaan Listrik Harbin
Ket. Pembangkit penyimpanan udara terkompresi terbesar di dunia telah dioperasikan di sebuah gua garam di China, menurut pernyataan dari Harbin Electric Group, yang secara signifikan meningkatkan kapasitas penyimpanan energi jangka panjang di wilayah tersebut.

TIONGKOK kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemimpin global dalam pengembangan teknologi energi bersih. Yang terbaru adalah mulai beroperasinya The Guoxin Suyan Huai’an Salt Cavern Compressed Air Energy Storage (CAES) Power Generation Project, sebuah penyimpanan energi listrik berbasis garam.

Berlokasi di Huai’an, Provinsi Jiangsu, proyek ini tidak hanya menjadi fasilitas CAES terbesar di dunia, tetapi juga simbol penting dalam transformasi sistem ketenagalistrikan menuju era energi rendah karbon.

Dengan kapasitas terpasang mencapai 600 megawatt (MW) dan kapasitas penyimpanan energi sebesar 2,4 gigawatt hour (GWh), proyek ini dirancang untuk memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas jaringan listrik nasional Tiongkok yang semakin dipenuhi oleh sumber energi terbarukan, terutama yang berasal dari tenaga surya dan angin.

Tantangan Energi

Pertumbuhan pesat energi terbarukan di Tiongkok menghadirkan tantangan baru bagi sistem kelistrikan. Pembangkit listrik tenaga surya dan angin menghasilkan energi secara fluktuatif, bergantung pada kondisi cuaca dan waktu sehingga tidak selalu sejalan dengan pola konsumsi listrik masyarakat dan industri.

Tanpa sistem penyimpanan energi berskala besar, kelebihan listrik pada siang hari atau saat angin kencang berpotensi terbuang, sementara pada jam beban puncak justru terjadi kekurangan pasokan. Di sinilah teknologi Compressed Air Energy Storage (CAES) menjadi solusi penting untuk menjembatani kesenjangan antara produksi dan konsumsi energi.

Rongga Garam

Proyek Guoxin Suyan Huai’an memanfaatkan rongga garam alami (salt cavern) di bawah permukaan tanah sebagai media penyimpanan energi. Rongga ini merupakan bekas hasil penambangan garam yang telah melalui proses pelindian (solution mining) dan kemudian diperkuat secara geoteknik.

Struktur batuan garam memiliki karakteristik unik: bersifat plastis, kedap udara, dan mampu menahan tekanan tinggi secara alami. Hal ini menjadikannya lokasi ideal untuk menyimpan udara bertekanan dalam volume besar dan waktu lama, dengan risiko kebocoran yang sangat minim.

Udara kemudian dikompresi hingga tekanan sangat tinggi dan disimpan di kedalaman ratusan meter di bawah tanah. Ketika dibutuhkan, udara tersebut dilepaskan kembali ke permukaan untuk menghasilkan listrik.

Cara Kerja Sistem CAES

Secara operasional, pembangkit CAES bekerja dalam dua fase utama: fase pengisian (charging) dan fase pelepasan energi (discharging). Pada fase pengisian, listrik berlebih dari jaringan umumnya berasal dari pembangkit energi terbarukan digunakan untuk menggerakkan kompresor berdaya besar. Kompresor ini memampatkan udara dan mengalirkannya ke dalam rongga garam bawah tanah.

Proses kompresi menghasilkan panas dalam jumlah besar. Pada sistem CAES konvensional, panas ini biasanya terbuang, sehingga menurunkan efisiensi sistem. Namun proyek Guoxin Suyan Huai’an mengadopsi pendekatan berbeda seperti telah disebutkan.

Teknologi Adiabatik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Jangan Asal Ngecas! Ini Tat...
Daerah
3.000 Agen Perlinsos Siap B...

Gempa Bumi M6.1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.