Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Sulsel Akan Jalankan Hak Angket untuk Kawal Aset Pemprov di Kawasan Reklamasi CPI

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 13:40 WIB | Oleh:
DPRD Sulsel Akan Jalankan Hak Angket untuk Kawal Aset Pemprov di Kawasan Reklamasi CPI Doc: antara foto
Ket. Ketua Komisi D Kadir Halid menekankan di Makassar, Rabu (4/2).

MAKASSAR - Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) segera menjalankan hak angket untuk pengawalan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Kawasan reklamasi Central Poin of Indonesia (CPI) yang belum diserahkan pihak KSO Ciputra Group dan Yasmin Bumi Asri seluas 12,11 hektare.

"Kalau mau menyelamatkan aset di kawasan CPI, harus diperjuangkan melalui hak angket. Tidak bisa lagi Pansus (Panitia Khusus) biasa, ini penting apalagi sudah berlarut-larut," ujar Ketua Komisi D Kadir Halid menekankan di Makassar, Rabu (4/2).

Menurut dia, bila dihitung secara rupiah lahan tersebut nilainya bisa mencapai Rp2,4 triliun lebih. Ini bukan nilai kecil. Bila terus dibiarkan maka aset Pemprov bisa saja hilang.

Sejauh ini pihak pengembang pelaksana proyek reklamasi melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara Ciputra Group dan Yasmin Bumi Asri seluas total 157 hektare.

Dalam perjanjian bila reklamasi selesai, pembagiannya 100 hektare untuk pengembang dan sisanya 57 hektare diberikan kepada pemerintah. Tetapi, sampai saat ini baru diserahkan 44,89 hektare, atau masih kurang 12,11 hektare.

Selain itu, terungkap sejumlah kejanggalan dalam proyek reklamasi itu salah satunya perjanjian awal hilang namun belakangan muncul empat perubahan perjanjian atau adendum yang sengaja memperpanjang kerja sama. Padahal, di perjanjian awal berlaku hanya dua tahun, tapi kini sudah berjalan 6.000 hari.

Bahkan dalam adendum keempat itu, sisa lahan 12,11 hektare itu ada dugaan upaya dialihkan ke lokasi lain seperti di Takalar maupun di Untia. Namun tidak ada kejelasan. Begitu pula wacana menimbun Pulau Lae-lae sebagai ganti sisa lahan, tapi ditolak warga dan diduga terbentur izin dari Pelindo.

"Tidak ada cara lain, selain hak angket agar semua terbuka. Ujungnya nanti bila ada pelanggaran maka APH (aparat penegak hukum) pasti turun menyelidiki. Dugaannya, ada manipulasi, bahkan ada potensi korupsi, sebab nilai aset di sana besar," ungkapnya kembali menegaskan.

Sebelumnya, Ketua Komisi D Kadir Halid telah menyerahkan naskah usulan hak angket kepada Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, disaksikan Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina dan Fauzi Wawo untuk segera ditindaklanjuti. Hasil hak angket nanti akan diparipurnakan sebagai legal standing penyelamatan aset negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Kematian Arsitek Ekonomi Zh...
Daerah
Polisi Gerebek Kasino di Ba...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.