Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Jadikan Ketahanan Nasional sebagai Fondasi Ketahanan Global di Majelis Umum PBB

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 06:28 WIB | Oleh:
Indonesia Jadikan Ketahanan Nasional sebagai Fondasi Ketahanan Global di Majelis Umum PBB Doc: antara foto
Ket. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

NEW YORK - Indonesia menjadikan ketahanan nasional sebagai pondasi untuk berkontribusi mewujudkan ketahanan global dan multilateralisme, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Membangun multilateralisme yang kuat dimulai dari bangsa-bangsa yang tangguh. Hal itu dimulai dari rumah, dan Indonesia sudah lama memahami ini selama berdasawarsa lamanya,” kata Sugiono dalam pernyataan nasional Indonesia yang disampaikan pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu (26/9) waktu setempat.

Sebagaimana dipantau di Jakarta, Ahad, dia mengatakan ketahanan nasional Indonesia ditujukan untuk menjaga identitas nasional, melindungi kedaulatan dan persatuan, dan menjaga pembangunan di tengah tantangan dan rintangan.

Mengingat intisari dari ketahanan nasional terletak pada rakyat yang hidupnya terjamin di berbagai lini, Indonesia akan terus memperjuangkan ketahanan pangan dan memperkuat ketahanan energi, ujar Menlu Sugiono.

“Hal tersebut berarti berinvestasi pada masa depan rakyat dengan memastikan anak-anak kita menerima pendidikan berkualitas dan memastikan rakyat kita mendapat akses untuk layanan kesehatan dasar,” tuturnya.

Ia menuturkan bahwa dalam memupuk ketahanan nasional, Indonesia berhasil mempertahankan persatuan di tengah keberagaman suku bangsa seperti tercermin dalam semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika.

Keberagaman bukanlah sesuatu untuk ditaklukkan, tetapi sesuatu yang mesti dikelola, dihargai, dan dijadikan kekuatan melalui partisipasi demokrasi, dialog, dan penghargaan terhadap perbedaan, kata Sugiono.

“Dari Aceh ke Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia adalah satu bangsa,” ujarnya.

Indonesia juga memandang penting peran hak asasi manusia (HAM) dalam membangun resiliensi nasional, yang dilaksanakan melalui mekanisme nasional dan komitmen terhadap kewajiban HAM internasional.

“Hal ini selaras dengan upaya kami membangun ketahanan nasional, karena HAM tak hanya bermakna tiadanya kekerasan, tetapi juga terjaminnya pangan, pendidikan, dan kesehatan bagi rakyat,” tuturnya.

Dengan memastikan ketahanan nasional, Indonesia akan dapat berkontribusi semakin jauh hingga mewujudkan ketahanan kawasan maupun ketahanan global, ujar Menlu RI.

“Dengan ini, ketahanan nasional menjadi ketahanan kolektif, dan dengan inilah ketahanan nasional membantu kami memajukan tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Sugiono, merujuk pada Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

Namun demikian, dia juga mengingatkan bahwa ketahanan nasional dan kawasan juga harus disokong oleh sistem multilateral yang dapat mendukung dan menjaganya. Karena itu, PBB harus terus didukung dalam menjalankan tugasnya.

Kehadiran Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB pada 2026 diwakili Menlu Sugiono sebagai kepala delegasi Indonesia yang sudah hadir di New York sejak Senin (21/9). Sebelum menyampaikan pernyataan nasionalnya pada Sabtu, Sugiono telah berpartisipasi dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi maupun pertemuan bilateral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.