Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Temuan Perhiasan di Sulawesi Bukti Budaya Simbolik Manusia Purba

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 06:43 WIB | Oleh:
Temuan Perhiasan di Sulawesi Bukti Budaya Simbolik Manusia Purba Doc: Foto: Adhi Agus Octavian/BRIN
Ket. Gambar cadas tertua di dunia berupa cap tangan manusia yang berusia setidaknya 67.800 tahun ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

BUKAN hanya hasil lukisan di dinding gua, perhiasan prasejarah juga ditemukan di gua-gua yang berada di Sulawesi. Temuan ini turut menantang pandangan lama bahwa manusia purba di kawasan Asia Tenggara kurang maju secara budaya.

Arkeolog Australia Adam Brumm berharap menemukan perhiasan prasejarah di sebuah gua di Indonesia. Namun, ia tidak menyangka bahwa penemuan tersebut justru akan membantu menggugat pandangan lama bahwa manusia purba di Asia Tenggara kurang maju secara budaya dibandingkan manusia purba di wilayah lain.

Pada 2015, sebuah tim arkeolog gabungan Australia dan Indonesia menggali sejumlah ornamen yang berusia hingga 30.000 tahun, termasuk manik-manik berbentuk cakram yang terbuat dari gigi babirusa atau babi rusa, dari sebuah gua batu kapur di Pulau Sulawesi, Indonesia.

Menariknya, meskipun para arkeolog menemukan ribuan tulang dan gigi hewan di dalam gua, yang jelas merupakan sisa-sisa makanan kuno, jumlah tulang babirusa yang ditemukan relatif sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa babirusa tidak umum dikonsumsi oleh manusia purba pada masa itu.

Namun, para peneliti justru menemukan perhiasan yang dibuat secara cermat dari gigi babi primitif tersebut, hewan yang hanya ditemukan di Sulawesi dan beberapa pulau tetangga.

“Hal ini tampaknya menunjukkan bahwa babirusa tidak terlalu penting bagi mereka dari perspektif subsistensi atau ekonomi, melainkan lebih berkaitan dengan hubungan spiritual,” kata Dr. Adam Brumm, peneliti utama dari Universitas Griffith, dikutip dari The Sydney Morning Herald.

Temuan yang dipublikasikan pekan ini oleh jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) di Amerika Serikat tersebut meragukan keyakinan lama bahwa komunitas pemburu-pengumpul pada masa Pleistosen (Zaman Es) di Asia Tenggara kurang canggih secara budaya dibandingkan manusia purba di kawasan lain.

“Untuk waktu yang lama, orang selalu berpikir bahwa asal-usul kreativitas manusia modern—kemampuan untuk berpikir secara simbolis—muncul di kalangan Homo sapiens di Eropa sekitar 40.000 tahun lalu,” kata Dr. Brumm. “Kini kita semakin menemukan bukti bahwa anggapan itu tidak sepenuhnya benar, dan terdapat bukti perilaku serupa di belahan dunia lain, termasuk Asia Tenggara,” ujarnya.

Dr. Brumm bahkan menyarankan bahwa hubungan spiritual dengan hewan dalam budaya Aborigin Australia mungkin berasal dari leluhur Aborigin yang bermigrasi melalui Wallacea, gugusan pulau di antara Asia dan Australia, dengan Sulawesi sebagai pulau terbesarnya. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Melebihi Angka Nasional, Pe...

Bencana Akan Dideteksi Menggunakan Teknologi AI  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bencana Akan Dideteksi Meng...
Daerah
Empat Gunung Api Berstatus ...
Megapolitan
Ngeri….. Sekali Bawa Nark...
Daerah
Rakyat Sleman Boleh Lega, K...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

31 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.