Enam Rumah Rusak Akibat Tanah Longsor di Desa Campakawarna Cianjur
📅 Selasa, 03 Feb 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Cianjur - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyatakan laporan sementara hasil pendataan kerusakan akibat longsor di Desa Campakawarna, Kecamatan Campaka Mulya sekitar enam rumah rusak berat dan jalan utama putus, Selasa.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Selasa, mengatakan pihaknya langsung mengirim petugas ke lokasi guna melakukan pendataan dampak kerusakan akibat longsor yang terjadi setelah hujan lebat melanda kawasan tersebut.
"Laporan sementara enam rumah, termasuk tempat ibadah rusak tertimbun longsor, tidak ada korban jiwa karena pemilik sudah lebih dulu mengungsi," katanya.
Pihaknya juga mencatat jalur utama penghubung antar-desa di Desa Campakawarna sepanjang 150 meter terputus karena tertimbun longsoran tanah setinggi 1 meter lebih sehingga tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.
Petugas dan relawan diminta untuk mengungsikan warga terdampak dan warga yang rumahnya terancam ke wilayah yang dinilai aman untuk sementara waktu hingga petugas melakukan penanganan cepat agar longsor susulan tidak kembali terjadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menurunkan alat berat guna membuka kembali jalan utama penghubung antar-desa yang tertutup longsor cukup panjang dengan ketinggian longsor mencapai 1 meter lebih
"Kami segera melakukan penanganan cepat, termasuk menurunkan alat berat, agar akses jalan dapat kembali dilalui dan warga tidak sampai terisolir, untuk warga yang rumahnya rusak segera diajukan mendapatkan bantuan perbaikan," katanya.
Seiring dengan curah hujan yang diperkirakan masih tinggi hingga beberapa hari ke depan, pihaknya meminta warga Cianjur meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan karena bencana dapat terjadi kapan saja terlebih dengan cuaca ekstrem yang masih melanda.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami mengimbau warga di seluruh wilayah Cianjur jeli membaca tanda alam akan terjadi bencana terutama yang tinggal di lereng dan pinggiran sungai, segera mengungsi ketika hujan turun deras dengan intensitas lebih dari dua dam terutama malam hari," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!