Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Batas Investasi Asuransi di Saham Naik Jadi 20%, AAUI Minta Tetap Opsional

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Batas Investasi Asuransi di Saham Naik Jadi 20%, AAUI Minta Tetap Opsional Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Seorang pejalan kaki melewati papan logo perusahaan asuransi.

JAKARTA – Kebijakan peningkatan batas investasi perusahaan asuransi di pasar saham hingga 20 persen mencerminkan upaya regulator untuk mengoptimalkan peran investor institusional dalam pendalaman pasar keuangan.

Dengan ruang investasi yang lebih luas, perusahaan asuransi berpeluang meningkatkan imbal hasil portofolio sekaligus menambah likuiditas di pasar saham.

Namun, kebijakan ini juga menuntut penguatan manajemen risiko dan tata kelola investasi, mengingat karakter dana asuransi yang bersifat jangka panjang dan berorientasi pada perlindungan pemegang polis.

Tanpa pengawasan yang ketat dan strategi investasi yang prudent, peningkatan limit berpotensi memperbesar eksposur risiko pasar.

Karena itu, keseimbangan antara peluang imbal hasil dan stabilitas keuangan menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan berharap kebijakan peningkatan batas (limit) investasi perusahaan asuransi di pasar saham menjadi 20 persen hanya bersifat opsional, bukan kewajiban.

“Rencana peningkatan porsi investasi saham ini perlu ditempatkan sebagai opsi fleksibilitas, bukan kewajiban, serta tetap menunggu ketentuan teknis lanjutan dari regulator agar implementasinya seimbang antara pengembangan pasar keuangan dan perlindungan kepentingan pemegang polis,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/2).

Ia menuturkan, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 26 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Aset dan Liabilitas Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi sebenarnya mengatur batas maksimal investasi perusahaan asuransi dan reasuransi di instrumen saham hingga 40 persen.

Namun, lanjut dia, porsi investasi saham oleh industri asuransi umum saat ini masih relatif rendah, yakni kurang dari 5 persen.

“Hal ini terutama disebabkan oleh nature (sifat) produk asuransi umum yang berjangka pendek, frekuensi klaim yang tinggi, serta kebutuhan likuiditas yang besar, sehingga pendekatan investasi cenderung konservatif,” jelas Budi.

Ia pun mengimbau perusahaan anggota AAUI untuk memperkuat manajemen risiko investasi, khususnya pengelolaan risiko pasar dan likuiditas.

Perusahaan asuransi perlu memastikan kesesuaian antara aset dan liabilitas (ALM), melakukan stress testing, serta menyesuaikan keputusan investasi dengan selera risiko (risk appetite) dan kondisi permodalan perseroan.

“Dalam konteks pasar yang volatil, kehati-hatian menjadi kunci agar peningkatan porsi saham tidak menimbulkan tekanan terhadap kemampuan pembayaran klaim,” tuturnya.

AAUI juga mendorong perusahaan anggota agar menempatkan investasi saham pada emiten dengan fundamental yang kuat, tata kelola yang baik, likuiditas yang memadai, serta volatilitas yang relatif terkendali, terutama saham-saham berkapitalisasi besar dan aktif diperdagangkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.