Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantah Isu Mandek, BTNGC Lanjutkan Rehabilitasi Hutan Gunung Ciremai

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 16:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantah Isu Mandek, BTNGC Lanjutkan Rehabilitasi Hutan Gunung Ciremai Doc: Antara
Ket. Kondisi kawasan Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (3/2).

Kuningan - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Jawa Barat, menegaskan kegiatan pemulihan ekosistem hutan di kawasan Gunung Ciremai terus berjalan secara berkelanjutan, sekaligus membantah isu yang menyebutkan tidak adanya upaya rehabilitasi kawasan tersebut.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah 2 TNGC Halu Oleo di Kuningan, Selasa (3/2), mengatakan informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi lapangan dan tidak mencerminkan aktivitas pengelolaan yang selama ini berjalan.

“Faktanya ada, bahkan sampai saat ini kami terus menanam (melakukan rehabilitasi kawasan),” katanya.

Ia menyampaikan saat ini lebih dari 100 hektare lahan di kawasan TNGC, sedang dalam tahap pemulihan ekosistem melalui kegiatan penanaman dan perawatan vegetasi.

Menurut dia, program penghijauan tidak bersifat sesaat, melainkan dirancang secara terencana dan berkelanjutan, termasuk melalui penyusunan agenda pemulihan ekosistem untuk tahun 2026.

“Rencana kami, ke depan akan terus dilanjutkan agar tutupan lahan semakin baik,” ujarnya.

Ia menyampaikan peningkatan kualitas tutupan lahan menjadi bagian penting dari pengelolaan kawasan konservasi seiring perubahan status Gunung Ciremai dari hutan produksi menjadi taman nasional.

Selain aspek teknis pihaknya terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar pengelolaan kawasan konservasi dapat berjalan seimbang antara perlindungan lingkungan dan kebutuhan sosial.

Dalam pengelolaannya, kata dia, TNGC mengedepankan tiga pilar utama yakni perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan.

“Dalam perlindungan, masyarakat dilibatkan melalui Masyarakat Mitra Polhut dan Masyarakat Peduli Api untuk patroli kawasan,” ujarnya.

Ia mengemukakan masyarakat di sekitar kawasan TNGC dilibatkan mulai dari kegiatan pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman hasil rehabilitasi.

Ia mencontohkan kerja sama yang telah berjalan di kawasan Cipeuteuy, Kabupaten Majalengka, melalui kemitraan dengan Koperasi Cipeuteuy dalam menjaga mata air dan vegetasi.

Dalam pengelolaan wisata alam, Balai TNGC menerapkan prinsip kehati-hatian, termasuk pada penanganan pohon yang berpotensi membahayakan pengunjung.

Selain itu ia memastikan pada 2026 terdapat delapan kelompok masyarakat yang direncanakan menerima bantuan usaha ekonomi produktif, mulai dari peralatan pertanian hingga sarana pendukung keselamatan pendakian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

11 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

17 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.