Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jejak Pandemi Pes Tertua dari Kuburan di Kota Kuno Yordania

📅 Senin, 02 Feb 2026, 06:16 WIB | Oleh:
Jejak Pandemi Pes Tertua dari Kuburan di Kota Kuno Yordania Doc: KHALIL MAZRAAWI / AFP
Ket. Pemandangan menunjukkan sebagian dari situs arkeologi Jerash, sekitar 50 kilometer di utara Ibu kota Yordania.

DI BALIK reruntuhan megah kota kuno Jerash, Yordania, para arkeolog menemukan kisah kelam yang terkubur selama lebih dari 1.400 tahun. Di bawah sebuah hippodrome Romawi, tim peneliti internasional menemukan kuburan massal berisi lebih dari 200 jenazah sebuah bukti nyata dari pandemi tertua yang pernah tercatat dalam sejarah manusia.

Penemuan ini bukan sekadar temuan arkeologis biasa. Hasil analisis genetik menunjukkan bahwa para korban meninggal akibat pes bubonik, penyakit mematikan yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Inilah patogen yang diyakini menjadi penyebab Plague of Justinian, pandemi global pertama yang melanda dunia pada abad ke-6 Masehi.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science dan langsung menarik perhatian komunitas ilmiah dunia. Untuk pertama kalinya, bukti DNA wabah Justinian ditemukan di Timur Tengah, wilayah yang selama ini diyakini sebagai pusat awal penyebaran pandemi tersebut.

Penguburan Darurat

Jerash pada masanya adalah kota kosmopolitan yang ramai. Terletak di jalur perdagangan penting Mediterania timur, kota ini dipenuhi bangunan megah, pasar, teater, dan arena pacuan kuda. Namun di balik kejayaannya, wabah mematikan pernah menghantam kota ini secara tiba-tiba.

Kuburan massal yang ditemukan para peneliti menunjukkan pola pemakaman yang tidak lazim. Jenazah dikuburkan secara bersamaan dalam satu galian besar, tanpa ritual pemakaman individual seperti yang biasa dilakukan masyarakat Romawi dan Bizantium.

“Ini bukan pemakaman yang terjadi secara bertahap,” kata tim peneliti. “Ini adalah respons darurat terhadap kematian massal dalam waktu singkat.”

Situasi tersebut menggambarkan betapa sistem sosial dan keagamaan kala itu kewalahan menghadapi lonjakan korban akibat wabah.

DNA Kuno

Terobosan utama penelitian ini datang dari analisis DNA purba. Para ilmuwan mengekstraksi sampel dari gigi korban—bagian tubuh yang paling mampu melindungi materi genetik selama ribuan tahun.

Hasilnya jelas: Yersinia pestis terdeteksi di sejumlah sampel. Temuan ini mengonfirmasi bahwa wabah Justinian memang disebabkan oleh bakteri yang sama dengan penyebab Black Death pada abad ke-14.

Sebelumnya, bukti genetik wabah Justinian hanya ditemukan di beberapa situs Eropa Barat. Penemuan di Jerash menutup celah besar dalam peta penyebaran pandemi, sekaligus memperkuat catatan sejarah yang ditulis para sejarawan Bizantium seperti Procopius.

Tanpa ­Pengecualian Sosial

Analisis tulang menunjukkan bahwa korban berasal dari berbagai kelompok usia dan jenis kelamin. Anak-anak, orang dewasa, pria, dan perempuan terkubur bersama, sebuah tanda bahwa wabah ini menyerang tanpa pandang status sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.