Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anggota DPR Soroti Banjir Berulang, Tata Ruang dan Lingkungan Dinilai Bermasalah

📅 Senin, 02 Feb 2026, 04:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggota DPR Soroti Banjir Berulang, Tata Ruang dan Lingkungan Dinilai Bermasalah Doc: Antara
Ket. Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo

Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo meminta pemerintah pusat dan daerah untuk menata ulang kebijakan lingkungan, khususnya penggunaan lahan secara tegas, termasuk menghentikan praktik pembangunan yang melanggar tata ruang serta memperkuat penegakan hukum terhadap perusak lingkungan.

Dia menegaskan bahwa bencana banjir yang terus berulang di berbagai wilayah Indonesia bukan lagi peristiwa musiman semata, melainkan akumulasi kegagalan tata kelola lingkungan dan kebijakan pembangunan yang tidak berkelanjutan.

"Banjir tidak bisa lagi dipandang sebagai takdir alam. Ini persoalan kebijakan, penegakan aturan, dan kesadaran bersama. Jika semua pihak bergerak, risiko banjir bisa ditekan,” kata Firman di Jakarta, Minggu (1/2).

Penebangan hutan dan pembangunan di kawasan resapan air, menurut dia, telah meningkatkan limpasan air secara signifikan.

Kondisi itu diperparah minimnya infrastruktur pengendalian banjir yang memadai, baik dari sisi kualitas maupun pemerataan pembangunan, sehingga wilayah rawan banjir terus bertambah.

Selain itu, dia mengatakan perubahan iklim global sebagai faktor yang memperparah intensitas dan frekuensi hujan.

Namun, dia menekankan dampak perubahan iklim akan semakin destruktif bila bertemu dengan kerusakan lingkungan di dalam negeri, mulai dari deforestasi yang tak terkendali hingga alih fungsi lahan yang mengabaikan daya dukung alam.

Menurut dia, reboisasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) dinilai harus menjadi prioritas nasional, bukan sekadar program seremonial.

Selain kebijakan struktural, dia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang terencana dan berkelanjutan, seperti tanggul, drainase, dan normalisasi sungai, yang disertai pengawasan ketat agar tepat sasaran.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko banjir, menjaga lingkungan sekitar, serta tidak melakukan aktivitas yang memperparah kerusakan alam.

Sistem peringatan dini juga dinilai krusial agar masyarakat dapat melakukan mitigasi sejak dini dan meminimalkan korban jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kekeringan Mulai Melanda Kabupaten Garut

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kekeringan Mulai Melanda Ka...

Bantuan Kementan untuk petani di Sulsel

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Bantuan Kementan untuk peta...

Piala Dunia, Polemik Folarin Balogun Makin Meluas

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Polemik Folari...
Olahraga
Piala Dunia, Spanyol Lolos ...
Luar Negeri
Tiongkok Uji Tembak Misil S...
Luar Negeri
Senat Gelar Sidang Pemakzul...
Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Babak 8 Besar, Tundukkan Portugal 1-0

Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Babak 8 Besar, Tundukkan Portugal 1-0

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.