Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masalah Tata Ruang Sering Jadi Kendala, HKI: Tahun 2026 Harus Menjadi Fokus Lintas Kementerian

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 11:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Masalah Tata Ruang Sering Jadi Kendala, HKI: Tahun 2026 Harus Menjadi Fokus Lintas Kementerian Doc: istimewa
Ket. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), H. Akhmad Ma’ruf Maulana

JAKARTA-Menutup tahun 2025, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) melihat perjalanan kawasan industri sebagai cermin dinamika ekonomi Indonesia yang terus bergerak, beradaptasi, dan mencari bentuk terbaiknya. Tahun ini bukan hanya soal capaian, tetapi juga soal ketahanan, pembelajaran, dan penataan ulang strategi untuk menghadapi 2026 yang semakin kompetitif.

Ketua Umum HKI, H. Akhmad Ma’ruf Maulana, menggambarkan 2025 sebagai tahun konsolidasi besar ekosistem kawasan industri Indonesia. “Tahun ini menunjukkan bahwa kawasan industri bukan lagi sekadar lokasi pabrik. Ia adalah ekosistem masa depan tempat teknologi, logistik, energi, dan talenta bertemu. 2025 adalah tahun fondasi untuk melangkah lebih cepat di 2026,” ujarnya.

Sepanjang 2025, geliat investasi kembali terasa nyata. Investor dari Jepang, Singapura, Tiongkok, Korea, hingga Rusia dan Eropa Timur datang bergelombang, membawa minat baru pada sektor baterai & EV, logistik modern, energi terbarukan, pusat data, serta manufaktur berteknologi tinggi. Beberapa koridor industri seperti Kepri (Batam–Bintan-Karimun), Jawa Barat (Bekasi–Karawang-Purwakarta-Subang), Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi magnet utama kunjungan, seiring dengan meningkatnya kesiapan infrastruktur dan dukungan pemerintah.

Salah satu momen penting adalah penandatanganan MoU HKI dengan berbagai Kementerian/Lembaga yang dilakukan sebagai langkah titik balik bagi harmonisasi perencanaan kawasan industri, penyelesaian kendala tata ruang, dan percepatan legalitas kawasan yang selama ini menjadi persoalan mendasar.

Namun, di balik kemajuan tersebut, tantangan besar masih membayangi. Masalah tata ruang menjadi salah satu yang paling dominan. Banyak kawasan industri, termasuk yang berstatus proyek strategis nasional (PSN), masih terhambat pada penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) atau RKKPR yang tidak kunjung selesai, meski regulasi sebenarnya memandatkan percepatan. Ketidaksinkronan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan kebijakan sektoral kerap membuat investor harus menunggu lebih lama dari seharusnya.

Ketua Umum HKI menyoroti hal ini dengan tegas: “Tata ruang adalah urat nadi kawasan industri. Selama perizinan dasar belum sinkron, percepatan investasi akan selalu tertahan. Ini harus menjadi fokus penyelesaian lintas kementerian di 2026,” jelasnya.

Kendala lain datang dari utilitas dan infrastruktur dasar. Ketersediaan listrik dan pasokan gas harga gas bumi tertentu (HGBT) belum sepenuhnya sejalan dengan kebutuhan industri yang berkembang. Beberapa kawasan juga masih menghadapi hambatan akses logistik yang mempengaruhi biaya produksi dan efisiensi distribusi. 

Meski begitu, 2025 juga menandai fase penting transformasi kawasan industri menuju digital dan hijau. Penerapan digital estate, pemanfaatan AI untuk monitoring kawasan, hingga integrasi OSS-RBA menunjukkan langkah maju dalam modernisasi tata kelola kawasan.

Sepanjang tahun ini, HKI aktif mengusulkan pembentukan Satgas Percepatan PSN dan KI Prioritas RPJMN, mendorong perluasan fasilitas KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi), serta mengawal berbagai inisiatif lintas kementerian untuk mempercepat penyelesaian hambatan di lapangan. 

Di level global, HKI terus membuka jalur kerja sama baru mulai dari Jepang, Rusia, Tiongkok hingga Singapura untuk memastikan kawasan industri Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok internasional yang berkembang cepat.

Memasuki 2026, HKI menyampaikan optimisme yang terukur. Pergeseran rantai pasok global, relokasi industri dari Asia Timur, serta permintaan meningkat di sektor manufaktur berteknologi tinggi membuka peluang besar bagi Indonesia.

“Jika hambatan tata ruang dan utilitas bisa dituntaskan, 2026 dapat menjadi tahun percepatan investasi. Kawasan industri berpotensi menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi menuju target 8%,” tutur Ma’ruf. Disamping itu kami optimis bahwa dibawah komando presiden Prabowo Subianto Indonesia pasti bisa mengejar pertumbuhan ekonomi untuk menyongsong Indonesia Emas ujar Ma’ruf.

Refleksi yang ada menegaskan bahwa perjalanan industri Indonesia bukan perjalanan singkat. Ia adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan keselarasan kebijakan, ketegasan implementasi, dan kolaborasi yang nyata antara pemerintah, pengembang kawasan, dan investor internasional.

HKI menyambut tahun 2026 dengan komitmen kuat untuk terus menjadi jembatan, penyelaras, dan penggerak ekosistem kawasan industri mewujudkan kawasan industri yang terintegrasi, modern, berkelanjutan, dan siap menghadapi masa depan ekonomi Indonesia. 

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Farida Fauzia
Farida Fauzia
29 Mar 2026, 17:15 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.