Iran Berusaha Cegah Aksi Militer AS Lewat Pertemuan di Ankara
📅 Jumat, 30 Jan 2026, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SErdoğan berbicara dengan Trump pada hari Senin dalam upaya untuk menemukan titik temu antara Iran dan AS sebelum batas waktu serangan apa pun.
Dalam unggahan singkat di media sosial, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan Araghchi akan melakukan perjalanan ke Turki pada hari Jumat untuk kunjungan resmi. “Republik Islam Iran bertekad untuk terus memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangganya berdasarkan kebijakan bertetangga baik dan kepentingan bersama,” katanya.
Para pejabat pemerintahan AS bersikeras bahwa Iran sepenuhnya memahami tuntutan spesifik Washington mengenai penyerahan cadangan uranium yang sangat diperkaya kepada pihak ketiga, penghentian pengayaan uranium dalam negeri, pembatasan program rudal, dan penghentian dukungan untuk kelompok proksi. Keempat tuntutan ini akan sulit diterima oleh Iran.
Berbicara kepada Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan: “Menyerang Iran adalah salah. Memulai perang lagi adalah salah. Iran siap bernegosiasi dalam masalah nuklir.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengakui Iran menghadapi tantangan di meja perundingan, dan mengatakan: “Hal itu mungkin tampak memalukan bagi mereka. Akan sangat sulit untuk menjelaskan bukan hanya kepada diri mereka sendiri tetapi juga kepada para pemimpin. Jadi, jika kita bisa membuat segalanya lebih mudah ditoleransi, saya pikir itu akan membantu.”
Fidan berpendapat bahwa Iran juga harus menampilkan wajah baru kepada Timur Tengah, dengan mengatakan bahwa ia telah "sangat jujur" kepada warga Iran bahwa mereka "perlu menciptakan kepercayaan di kawasan ini [dan] mereka perlu memperhatikan bagaimana mereka dipandang oleh negara-negara di kawasan tersebut".
Fidan bertemu dengan duta besar AS untuk Ankara dan perwakilan khusus untuk Suriah, Tom Barrack, pada hari Kamis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam upaya melindungi diri dari pembalasan Iran, sebagian besar negara Teluk telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorial mereka digunakan untuk menyerang Iran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!