Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dunia Usaha Harus Antisipasi Kurs Rupiah yang Fluktuatif

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Tidak Punya Visi

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Achmad Maruf menilai Indonesia masih menghadapi kesulitan untuk naik kelas menjadi negara maju karena tidak memiliki visi nasional yang konsisten dan berjangka panjang.

Menurutnya, arah pembangunan kerap berubah-ubah mengikuti dinamika politik dan pernyataan elite, sehingga tidak membentuk panduan strategis yang kokoh bagi kebijakan ekonomi nasional.

Lemahnya visi tersebut katanya terlihat dari ketidakpekaan dalam membaca perubahan lingkungan global sekaligus memetakan potensi lokal secara sistematis. Ketika dinamika global berubah cepat, baik dari sisi ekonomi, teknologi, maupun geopolitik—Indonesia sering kali tidak memiliki kerangka antisipatif yang jelas.

“Kalau tidak ada visi yang kuat, kebijakan akhirnya berjalan tanpa arah yang tegas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa banyak kebijakan ekonomi nasional muncul lebih sebagai respons jangka pendek berbasis asumsi atau pernyataan, bukan hasil dari roadmap yang matang.

Padahal, menurut Achmad, negara-negara besar telah memiliki peta jalan pembangunan yang konsisten lintas pemerintahan, sehingga kebijakan tetap bergerak dalam satu garis strategis meski terjadi pergantian kepemimpinan.

Dalam konteks global, Achmad menilai situasi geopolitik internasional saat ini semakin kompleks dan menuntut penyesuaian besar pada struktur industri dunia. Perubahan rantai pasok, rivalitas ekonomi, hingga kebijakan proteksionisme membuat seluruh negara dipaksa mendefinisikan ulang strategi industrinya.

Tanpa visi nasional yang jelas, Indonesia berisiko hanya menjadi pengikut arus, bukan penentu arah. Sebab itu, penting merumuskan kebijakan ekonomi yang berbasis institusi negara, bukan bergantung pada figur atau preferensi individu.

“Transformasi industri dan ekonomi tidak bisa diserahkan pada pendekatan personal. Harus ada visi negara yang kuat, konsisten, dan diterjemahkan dalam kebijakan lintas sektor agar Indonesia mampu bertahan dan bersaing di tengah perubahan global,” kata Achmad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Mike Flanagan Mengaku Belum Menonton Clayface

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Mike Flanagan Mengaku Belum...
Luar Negeri
Trump Bentuk Pasukan Intele...
Luar Negeri
AS, Tiongkok, dan Russia Be...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.