Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dunia Usaha Harus Antisipasi Kurs Rupiah yang Fluktuatif

24 Jumat, 30 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dunia Usaha Harus Antisipasi Kurs Rupiah yang Fluktuatif Dunia Usaha Harus Antisipasi Kurs Rupiah yang Fluktuatif Doc: antara
Ket. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus terus meyakinkan dunia usaha agar mereka lebih confidence dalam melakukan ekspansi usaha. Hal itu dimaksudkan agar ekonomi lebih terakselerasi dan tumbuh lebih tinggi.

JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus terus meyakinkan dunia usaha agar mereka lebih confidence dalam melakukan ekspansi usaha. Hal itu dimaksudkan agar ekonomi lebih terakselerasi dan tumbuh lebih tinggi.

Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina dalam AXA Outlook Ekonomi 2026 di Jakarta, Kamis (29/1) mengatakan dengan berbagai insentif dan stimulus yang diberikan Pemerintah dan BI, dunia usaha yang skala usahanya nasional semestinya bisa lebih optimis.

Namun demikian, Dian mengakui kalau untuk mendorong pelaku usaha yang produknya diekspor ke luar negeri atau eksportir agak sulit dengan faktor geopolitik seperti saat ini yang sangat fluktuatif.

“Semestinya tensi geopolitik global yang berasal dari tarif perdagangan mereda setelah tercapai kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan beberapa negara mitra dagangnya,” kata Dian.

Sangat disayangkan, muncul lagi beberapa kejadian seperti ketegangan antara AS bersama Israel dengan Iran serta upaya AS untuk menganeksasi Greenland. “Semua faktor itu jadi tantangan bagi Pemerintah untuk membangkitkan optimisme para eksportir,” kata Dian.

Perekonomian Indonesia pada 2026 meskipun diwarnai dengan berbagai tantangan, tetapi ekonomi Indonesia secara keseluruhan masih resilien, sehingga Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi RI dari 4,8 persen menjadi 5 persen tahun ini.

Meskipun dunia usaha domestik bisa confidence, tetapi pelaku bisnis khususnya eksportirtetap akan menunggu peroembanhan faktor geopolitik global.

Dia pun mengingatkan kalau tantangan yang harus diantisipasi adalah kurs rupiah yang cenderung fluktuatif, sehingga para pelaku usaha harus diversifikasi portofolio dan aset serta melakukan transaksi lindung nilai (hedging) untuk mencegah tekanan yang berlebihan pada kurs.

Diminta dalam kesempatan terpisah, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, Bank Indonesia (BI) sebenarnya sudah melakukan segala upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, walaupun bukan menjadi tugas utamanya yaitu peran stabilitas.

Kebijakan moneter penurunan suku bunga sudah dilakukan untuk ditransmisikan ke pasar kredit untuk mendorong peningkatan investasi. Namun lagi- lagi tergantung kebijakan bank menurunkan suku bunga kredit dan keinginan pengusaha untuk berinvestasi.

Dari sisi makroprudensial sudah terjadi pelonggaran makroprudensial untuk meningkatkan baik kredit konsumsi maupun investasi. Dari kebijakan neraca pembayaran sudah melakukan pembangunan transaksi digital untuk meningkatkan kecepatan peredaran uang yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

“Artinya, apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebenarnya merupakan sinyal kepada pelaku usaha lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,”ungkap Suhartoko.

Investor pun kalau tidak pro pertumbuhan terang dia akan rugi sendiri, karena mereka akan mengalami situasi pertumbuhan ekonomi rendah cukup lama. Nampaknya “moral suasion” atau bujukan moral sebagai kebijakan moneter yang bersifat kualitatif dapat dilakukan. BI dapat mengajak pertemuan dengan para petinggi bank kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 untuk melakukan konvensi penurunan suku bunga.

“Jika KBMI 4 turunkan suku bunga, maka KBMI di bawahnya akan mengikuti, mengingat struktur pasar perbankan Indonesia adalah oligopoli kepemimpinan harga,”pungkas Suhartoko.

Tidak Punya Visi

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Achmad Maruf menilai Indonesia masih menghadapi kesulitan untuk naik kelas menjadi negara maju karena tidak memiliki visi nasional yang konsisten dan berjangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Sulut Juara Umum Kejurnas P...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.